www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 18 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Pertahankan Tren Positif, Neraca Perdagangan November 2025 Kembali Surplus
HEADLINE NEWS

Pertahankan Tren Positif, Neraca Perdagangan November 2025 Kembali Surplus

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
AKTIFITAS Bongkar Muat./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia kembali mencatatkan kabar menggembirakan di sektor perdagangan. Pada November 2025, neraca perdagangan nasional membukukan surplus USD 2,66 miliar, meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar USD 2,39 miliar. Dengan capaian ini, Indonesia berhasil mempertahankan tren surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, kinerja positif tersebut didorong kuat oleh sektor nonmigas. Pada bulan yang sama, surplus nonmigas mencapai USD 4,64 miliar, sementara sektor migas masih mencatat defisit USD 1,98 miliar.“Capaian ini melanjutkan tren surplus yang konsisten. Nonmigas terus menjadi penopang utama,” ujar Budi Santoso.

Meski ekspor November turun 7,08 persen secara bulanan, performa sepanjang Januari–November 2025 tetap solid. Total ekspor mencapai USD 256,56 miliar, tumbuh 5,61 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Tiga komoditas nonmigas yang mencatat pertumbuhan paling tinggi diantaranya, Aluminium dan turunannya, naik 57,69 persen, produk kimia naik 48,02 persen dan Kakao dan olahannya mengalami kenaikan 44,06 persen

Industri pengolahan masih mendominasi struktur ekspor dengan kontribusi lebih dari 80 persen, menunjukkan nilai tambah manufaktur yang terus meningkat bagi ekonomi nasional.

Di sisi lain, diungkapkan Budi Santoso, impor November 2025 tercatat USD 19,86 miliar, turun 9,09 persen dibanding Oktober. Namun secara kumulatif, impor tetap tumbuh 2,03 persen menjadi USD 218,02 miliar.

Peningkatan terlihat jelas pada barang modal, termasuk CPU, ponsel pintar, kendaraan listrik non-CKD, serta perangkat base station. Kenaikan ini dipandang sebagai indikator aktivitas investasi dan produksi dalam negeri yang terus bergerak.

Menjaga Momentum 2026

Budi Santoso menuturkan, surplus perdagangan yang berkelanjutan memberi ruang bagi stabilitas ekonomi: menopang cadangan devisa, menjaga nilai tukar, dan memperkuat kepercayaan pasar.

Sedangkan tantangannya kini adalah, memperluas diversifikasi pasar ekspor, meningkatkan daya saing industri pengolahan, dan mengelola impor secara selektif agar tetap mendukung produktivitas.Dengan tren positif yang terjaga, Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme sekaligus pekerjaan rumah untuk memastikan surplus bukan hanya besar, tetapi juga berkelanjutan./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Singkong
HEADLINE NEWS

Dorong Daya Saing IKM Pangan Berbasis Agro Komoditas Singkong

JAKARTA, Bisnistoday- Singkong menjadi komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi...

Proyek Masela
EnergiHEADLINE NEWS

Proyek Strategis LNG Abadi Masela Untuk Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied...

PELABUHAN PRIOK
HEADLINE NEWS

Investment Grade Indonesia Aman, Waspadai Risiko Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan S&P Global...

emasku
HEADLINE NEWS

Permintaan Berkurang, HPE dan HR Emas Melemah pada Periode Kedua Juli 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) emas periode...