PIDIE, Bisnistoday – Deru mesin excavator kini menjadi penanda harapan baru bagi warga Kabupaten Pidie, Aceh. Pascabanjir bandang yang sempat menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan normalisasi Sungai Krueng Tiro untuk memulihkan rasa aman masyarakat.
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Kementerian PU melakukan penanganan tanggap darurat berupa normalisasi dan perkuatan tebing sungai sepanjang kurang lebih 1.666 meter. Langkah ini bertujuan mengembalikan kapasitas alur sungai sekaligus menekan risiko bencana hidrometeorologi yang kerap menghantui kawasan tersebut saat musim hujan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penanganan pascabencana menjadi prioritas pemerintah demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Harapan kami alur sungai kembali aman dan mampu menampung debit air saat hujan lebat. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Dody.
Di lapangan, satu unit excavator bucket telah beroperasi untuk mengatasi sedimentasi dan kerusakan tebing sungai. Dalam waktu dekat, dua unit excavator tambahan akan dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan hingga ke muara Sungai Krueng Tiro. Penanganan ini merupakan bagian dari paket tanggap darurat sungai di Kabupaten Pidie yang mencakup Sungai Krueng Baro dan Krueng Tiro dengan total panjang penanganan mencapai 3.096 meter.
Bagi warga setempat, proyek ini bukan sekadar pekerjaan infrastruktur. Sungai Krueng Tiro merupakan nadi kehidupan—sumber air bagi pertanian, penyangga ekosistem, sekaligus benteng alami kampung dari ancaman banjir.
Kepala Desa Tiba Masjid, Haryadi, mengungkapkan rasa lega atas kehadiran pemerintah di tengah kekhawatiran warga.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada pekerjaan. Sebelumnya kami selalu waswas setiap hujan turun karena air sering meluap. Dengan normalisasi ini, alur sungai dikembalikan ke jalur lama yang lebih jauh dari permukiman, warga jadi merasa lebih aman,” ujarnya.
Upaya penanganan tidak hanya dilakukan di Pidie. Secara paralel, Kementerian PU juga memperkuat infrastruktur sumber daya air di wilayah lain di Aceh. Di Kabupaten Pidie Jaya, normalisasi dan perkuatan tebing dilakukan di Sungai Krueng Meureudu sepanjang 1.459 meter serta Sungai Krueng Jeulanga sepanjang 500 meter, termasuk perkuatan Bendung Daerah Irigasi Beuracan.
Sementara di Kabupaten Bireuen, normalisasi Sungai Krueng Samalanga dan Krueng Peusangan terus berjalan. Pemerintah juga menyalurkan bantuan air bersih di 13 titik lokasi bagi masyarakat terdampak banjir.
Secara keseluruhan, puluhan unit alat berat telah dikerahkan di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen sebagai bagian dari upaya terpadu pemerintah dalam menangani bencana banjir di Aceh. Di tengah kerja mesin dan aliran sungai yang mulai tertata, harapan warga pun perlahan kembali mengalir./







































