JAKARTA, Bisnistoday – JURU bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pihaknya tidak berencana untuk kembali berunding dengan Amerika Serikat.
Alasannya, menurut Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Washington telah melanggar perjanjian sejak awal pelaksanaannya.
Juru bicara tersebut juga mengatakan Teheran tidak dapat melupakan serangan AS terhadap Iran selama pembicaraan diplomatik sebelumnya, dan menegaskan bahwa Iran akan terus membela kepentingan nasionalnya.
Sebagai pengingat, perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Kedua kubu juga sempat berkonflik 12 hari pada tahun lalu. Kedua serangan itu dilancarkan ketika Iran dan AS sedang bernegosiasi mengenai program nuklir Iran.
Baghaei mengatakan keinginan AS untuk berunding tidak serius dan tuntutannya tidak realistis. Ia juga menegaskan Teheran tidak takut pada ultimatum AS.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil di Iran jika Teheran tidak menerima persyaratan kesepakatan yang diajukan AS.
Ia mengatakan kepada Fox News pada hari Minggu bahwa kesepakatan yang ditawarkan AS, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan memastikan Iran tidak memiliki program pengayaan uranium adalah kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal.
Trump bersumpah akan menghancurkan semua pembangkit listrik dan semua jembatan. Iran menolak untuk menyerah pada apa yang digambarkannya sebagai tuntutan “maksimalis” dari AS.
Untuk diketahui, AS dan Iran sebelumnya telah berunding dengan mediator Pakistan. Namun, perundingan yang di Islamabad pada pekan lalu itu tidak menghasilkan kesepakatan.
Setelah itu, AS malah memblokade kapal dan Pelabuhan Iran, sehingga Teheran kembali menutup Selat Hormuz sebagai balasannya.
Dengan kembali meningkatnya ketegangan ini, gencatan senjata yang selama ini berlaku hingga 22 April mendatang, terancam buyar.//


