www.bisnistoday.co.id
Minggu , 24 Mei 2026
Home GLOBAL Malaysia Minta TikTok Blokir Akun yang Hina Kerajaan
GLOBAL

Malaysia Minta TikTok Blokir Akun yang Hina Kerajaan

Malaysia melarang segala ucapan yang dianggap menginspirasi kebencian atau penghinaan terhadap keluarga kerajaan berdasarkan undang-undang penghasutan yang disahkan pada tahun 1948.

Logo TikTok (dok:Unsplash/Solen Feyissa)
Logo TikTok (dok:Unsplash/Solen Feyissa)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Badan pengawas internet Malaysia meminta TikTok untuk mengambil tindakan terhadap konten yang dianggap telah menyinggung dan memfitnah pihak kerajaan.

Pihak Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) mengatakan instruksi itu sebagai tanggapan terhadap sebuah akun yang diduga terkait dengan Raja Sultan Ibrahim.

MCMC mengatakan perintahnya mengharuskan perusahaan media sosial asal Tiongkok tersebut untuk memperkuat kebijakan moderasi dan memberikan penjelasan resmi atas kegagalannya memblokir konten yang sangat menyinggung dan menghina, termasuk video yang dihasilkan AI dan gambar yang dimanipulasi.

Regulator tersebut mengatakan pihaknya memandang serius penggunaan platform online untuk menyebarkan konten yang salah atau merugikan ketertiban umum, khususnya yang berkaitan dengan pihak kerajaan.

Mereka menambahkan perintah tersebut merek keluarkan setelah tanggapan TikTok terhadap pemberitahuan sebelumnya tidak memuaskan.

TikTok, yang didirikan oleh perusahaan teknologi Tiongkok ByteDance, sejauh ini belum memberikan komentar atas instruksi tersebut.

“MCMC akan terus mengambil tindakan tegas dan proporsional jika diperlukan untuk memastikan platform digital yang beroperasi di Malaysia menjunjung tinggi tanggung jawab mereka dalam menjaga lingkungan daring yang aman, terjamin, dan penuh hormat,” kata lembaga pengawas tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir The Independent, Jumat (22/5/2026).

Malaysia, sebuah monarki konstitusional, melarang segala ucapan yang dianggap menginspirasi kebencian atau penghinaan terhadap keluarga kerajaan berdasarkan undang-undang penghasutan yang disahkan pada tahun 1948.

Perlindungan Anak

Perintah lembaga pengawas tersebut terhadap TikTok adalah langkah terbaru dari pihak berwenang di negara Asia Tenggara tersebut untuk mengatur platform media sosial.

Pada Januari lalu, MCMC sempat memblokir akses ke asisten AI Grok di tengah reaksi global atas penggunaannya untuk membuat gambar-gambar eksplisit seksual orang tanpa persetujuan mereka.

Pemerintah Malaysia juga saat ini sedang mempersiapkan untuk memberlakukan undang-undang yang disahkan tahun lalu untuk melarang penggunaan media sosial oleh anak di bawah usia 16 tahun, menyusul langkah serupa oleh negara-negara termasuk Australia, Indonesia, dan Prancis.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Aktivis Global Sumud Flotilla yang dievakuasi ke Turki. (dok:Anadolu)
GLOBAL

Dunia Kecam Perlakuan Israel Terhadap Para Aktivis

JAKARTA, Bisnistoday - Israel telah mendeportasi ratusan aktivis asing yang diculik oleh...

Proyek Panel Surya di Danhuang, Tiongkok (Unsplashdarmau)
EnergiGLOBAL

Tiongkok dan Rusia Perkuat Kerja Sama di Bidang Energi

JAKARTA, Bisnistoday – Selain membahas situasi terkini kondisi global, pertemuan antara Presiden...

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu di Beijing [Handout/Kremlin Press Service via Anadolu]
GLOBAL

Rusia dan Tiongkok Sepakat ‘Lawan’ Hegemoni AS

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah ketidakpastian global, termasuk tatanan hukum internasional yang...

Demo Menentang Kekerasan di Gaza (dok: Unsplash/Hasan Majed)
GLOBAL

PBB Desak Israel Cegah Genosida di Gaza

JAKARTA, Bisnistoday - Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Israel untuk mencegah tindakan genosida di...