www.bisnistoday.co.id
Rabu , 8 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Aksi Beli Asing Berlanjut, IHSG Menguat
BursaBURSA & KORPORASI

Aksi Beli Asing Berlanjut, IHSG Menguat

IHSG dan rupiah menguat
IHSG MENGUAT: Aksi beli investor asing dorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (23/2)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Aksi beli investor asing dorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (23/2). IHSG ditutup menguat 58,06 poin ke posisi 6.920,06, sementara indeks LQ45naik 11,35 poin ke posisi 985,08.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, penguatan IHSG juga seiring penguatan bursa resional Asia setelah hari sebelumnya krisis Ukrania memicu aksi jual. “Pelaku pasar tampaknya bersikap konsolidasi terkait dengan saksi apa yang akan diberikan oleh negara-negara Barat kepada Ruisa pasca Pemerintah Rusia mengakui dua wilayah yang memisahkan dari Ukrania Timur yaitu wilayah Luhansi dan Donetsk.

“Kondisi tersebut dinilai membuat pelaku pasar dan investor terus mencermati risiko eskalasi geopolitik antara Rusia dan Ukrania,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) mengungkapkan jumlah kasus baru virus corona di seluruh dunia turun 21 persen dalam sepekan terakhir. Hal itu diyakini akan menjaga mobilitas masyarakat sehingga mendorong aktivitas perekonomian bergerak kembali.

Dari dalam negeri, penerimaan APBN Januari tahun ini mencatatkan kinerja yang positif dimana pendapatan negara yang tercatat Rp156 triliun atau meningkat 54,9 persen (yoy) dari total pendapatan negara pada Januari 2021 yang sebesar Rp100,7 triliun, sehingga APBN Januari 2022 mencetak surplus Rp28,9 triliun atau setara 0,16 persen produk domestik bruto (PDB).

Hal tersebut memberikan indikasi dimana situasi proses pemulihan ekonomi terus berjalan sehingga memberikan kontribusi pada APBN.

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan waktu di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih terus berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dimana sektor infrastruktur naik paling tinggi yaitu 2,05 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor energi masing-masing 1,82 persen dan 1,19 persen.

Sedangkan empat sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 0,42 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor properti & real estat masing-masing minus 0,29 persen dan minus 0,08 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp966,25 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp861,88 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.574.336 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,02 miliar lembar saham senilai Rp13,36 triliun. Sebanyak 251 saham naik, 275 saham menurun, dan 161 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Hang Seng naik 140,28 poin atau 0,6 persen ke 23.660,28, indeks Shanghai menguat 32 poin atau 0,93 persen ke 3.489,15, dan Straits Times terkoreksi 6,81 poin atau 0,2 persen ke 3.393,77.

Rupiah Menguat

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 28 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.338 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.366 per dolar AS.

“Sentimen permintaan aset berisiko pulih karena pasar yang mempertimbangkan pesan yang cenderung lembut dari Presiden AS Joe Biden terkait tensi di Ukraina,” kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya.


Presiden AS, Joe Biden mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk memerangi Rusia. Dia juga mengatakan bahwa AS dan sekutu akan mempertahankan setiap inci wilayah NATO dan mematuhi komitmen yang dibuat untuk NATO.

Sementara itu Rusia mengatakan bahwa pihaknya akan tetap terbuka untuk diplomasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain karena menghadapi tindakan dari banyak negara setelah Inggris menerbitkan daftar sanksi dan Jerman membekukan proyek pipa gas Laut Baltik Nord Stream 2, yang akan secara signifikan meningkatkan aliran gas Rusia.

AS juga memberikan peringatan akan memberikan sanksi jika Rusia melancarkan agresinya ke Ukraina dengan kabar terakhir dilaporkan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan bahwa tidak masuk akal baginya untuk bertemu dengan rekannya dari Rusia Sergei Lavrov.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.350 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.338 per dolar AS hingga Rp14.365 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp14.355 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.362 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...