www.bisnistoday.co.id
Minggu , 5 Juli 2026
Home EKONOMI Andalkan Teknik Budi Daya Inovatif, KKP Kembangkan Ikan Nila Srikandi
EKONOMI

Andalkan Teknik Budi Daya Inovatif, KKP Kembangkan Ikan Nila Srikandi

Ikan Nila
Poltek Kelautan dan Perikanan (KP) Karawang kembangkan komoditas Ikan Nila Srikandi
Social Media

KARAWANG, Bisnistoday – Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Karawang, salah satu satuan pendidikan tinggi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengembangkan komoditas unggulan Ikan Nila Srikandi (Oreochromis aureus x niloticus) melalui penerapan teknik budi daya inovatif dan ramah lingkungan.

Ikan Nila Srikandi dipilih sebagai bagian dari program Vocational Goes to Actors (Voga) dan Smart Fisheries Village (SFV) yang bertujuan meningkatkan keterampilan vokasional taruna dan berkontribusi pada pengembangan sektor perikanan di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) KKP, I Nyoman Radiarta mengatakan, Voga dan SFV adalah program prioritas BPPSDM yang mendukung kebijakan ekonomi biru KKP.

“Voga dilaksanakan melalui transformasi pendidikan vokasi dengan pembentukan Ocean Institute of Indonesia (OII), revitalisasi pelatihan, sertifikasi kelautan, dan perikanan, serta optimalisasi peran penting penyuluh. Adapun SFV merupakan konsep pembangunan desa perikanan pintar berbasis teknologi informasi dan manajemen tepat guna dalam rangka meningkatkan pemanfaatan aset Barang Milik Negara (BMN) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelas Nyoman.

Miliki Keunggulan

Direktur Politeknik KP Karawang,  DH Guntur Prabowo mengatakan, ikan Nila Srikandi dikenal memiliki keunggulan dalam toleransi terhadap salinitas hingga 30 ppt, menjadikannya ideal untuk dibudidayakan di perairan dengan kadar garam tinggi. Dengan kemampuan pertumbuhan yang cepat dan ketahanan terhadap berbagai penyakit, ikan ini semakin populer di kalangan pembudidaya dan sangat diminati di pasar domestik maupun internasional.

Menurut Guntur, sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan keberlanjutan budi daya, Politeknik KP Karawang juga mengadopsi sistem bioflok dalam teknik budi daya. Sistem ini memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas pakan dan mendukung pertumbuhan ikan.

Selain itu, bioflok juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas air kolam, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dari limbah budi daya. Dengan pendekatan ini, diharapkan proses budi daya Ikan Nila Srikandi dapat berlangsung lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.

“Melalui pengenalan Ikan Nila Srikandi sebagai komoditas unggulan dalam program Voga dan SFV, serta penerapan teknologi bioflok, kami berupaya tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas budi daya perikanan, tetapi juga mempersiapkan taruna untuk menghadapi tantangan industri perikanan modern. Selain memberikan pelatihan yang relevan, program ini juga bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, dengan menyediakan akses terhadap produk perikanan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Baca juga:Presiden Akan Resmikan Modeling Budidaya Ikan Nila Salin di Karawang

Menurutnya, Program Voga mengajak taruna untuk berkolaborasi langsung dengan pelaku industri perikanan, memperdalam keterampilan praktis mereka dalam budidaya ikan, dan membuka peluang untuk inovasi di sektor ini. Diharapkan, dengan pendekatan ini, Politeknik KP Karawang dapat menjadi pendorong utama dalam pengembangan sumber daya manusia yang terampil di bidang kelautan dan perikanan.

“Dengan langkah-langkah strategis ini, Politeknik KP Karawang bertekad untuk mencetak generasi baru yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri perikanan yang terus berkembang, sambil mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkas Guntur./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Agrinas Palma Bangun Model Kemitraan Koperasi Sawit

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjalin...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Digelar Masif, Kemenkop dan Dekopin Gelar Kick Off Bulan Koperasi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar...

Demam Piala Dunia di Bangladesh (dok: EFE/Mundo Deportivo)
EKONOMISport & Health

Bangladesh Kecipratan Cuan Piala Dunia

JAKARTA, Bisnistoday – Bangladesh memang tidak ikut serta di Piala Dunia 2026,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pengemudi Ojol Resmi Berstatus Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, Bisnistoday – Mulai 1 Juli 2026 pengemudi ojek online (ojol) roda...