www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 26 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Antisipasi Ebola, Sejumlah Negara Terapkan Larangan Perjalanan
Humaniora

Antisipasi Ebola, Sejumlah Negara Terapkan Larangan Perjalanan

Di luar wilayah yang terdampak langsung, Kanada dan Bahama juga bakal melarang sementara penduduk DRC, Uganda, dan Sudan Selatan untuk masuk ke wilayah mereka.

Anak-anak di Uganda (dok: Unsplash/Jeff Ackley)
Anak-anak di Uganda (dok: Unsplash/Jeff Ackley)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Wabah terbaru yang merebak dari varian langka virus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda telah mendorong beberapa negara untuk mengambil tindakan pencegahan penyebaran penyakit tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 220 kematian yang diduga dan 900 kasus yang diduga dari strain Bundibugyo (BVD) dari virus Ebola di DRC sejak negara itu menyatakan wabah tersebut pada 15 Mei. Di Uganda, lima kasus dan satu kematian telah dikonfirmasi.

Pekan lalu, Badan kesehatan PBB tersebut juga menaikkan penilaian risikonya dari tinggi menjadi sangat tinggi di tingkat nasional untuk DRC, tetapi merela menilai risiko tersebut rendah di tingkat global.

Meski demikian, beberapa negara telah mengumumkan larangan perjalanan dan langkah-langkah perbatasan sementara untuk menahan penyebaran strain baru tersebut.

Minggu ini, Kementerian Transportasi dan Komunikasi Kongo menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Bunia di DRC timur dalam upaya untuk menahan wabah Ebola. Zona kesehatan Bunia adalah salah satu dari 11 zona kesehatan DRC yang terdampak penyakit tersebut.

Mereka hanya mengizinkan penerbangan untuk keperluan kemanusiaan, medis, dan darurat, dengan persetujuan khusus dari otoritas penerbangan dan Kesehatan setempat.

Uganda juga telah membatasi perjalanan ke dan dari DRC. Mereka menangguhkan semua penerbangan, sementara penyeberangan perbatasan dengan bus dan kapal telah dihentikan selama empat minggu. Namun, lalu lintas barang dan pasokan makanan masih diizinkan untuk melintas.

Kanada dan Bahama

Di luar wilayah yang terdampak langsung, Kanada dan Bahama juga bakal melarang sementara penduduk DRC, Uganda, dan Sudan Selatan untuk masuk ke wilayah mereka.

Penduduk dari negara-negara tersebut tidak akan dapat mengunjungi Kanada selama 90 hari mulai Rabu, kata pemerintah.

Warga negara Kanada dan warga negara asing lainnya yang telah berada di daerah yang terdampak dalam beberapa minggu terakhir, harus melakukan karantina selama 21 hari mulai 30 Mei, bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala, kata badan kesehatan masyarakat Kanada.

Pemerintah Bahama mengatakan pembatasan masuk akan segera berlaku dan tetap berlaku selama 30 hari, dan akan ditinjau kembali oleh kementerian kesehatan negara Karibia tersebut.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Humaniora

Dukung Program Prioritas Pendidikan 2027, Komisi X DPR RI Setujui Pagu Kemendikdasmen Rp89,1 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Komisi X DPR RI menyetujui penyesuaian pagu Kementerian Pendidikan...

Humaniora

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas “Business Streamlining” BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

JAKARTA, Bisnistoday– PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui Direktur Human Capital...

Univ. Paramadina
Humaniora

Pendidikan Gratis hingga PTN, Presiden Prabowo Tinggal Lanjutkan Fondasi yang Telah Terbangun

JAKARTA, Bisnistoday– Gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menggratiskan biaya pendidikan di satuan...

Humaniora

Revitalisasi Satuan Pendidikan Dorong Peningkatan Kualitas Sekolah di Bangkalan

BANGKALAN, Bisnistoday– Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah...