LUMAJANG, Bisnistoday- Upaya penyelamatan terus dimaksimalkan Basarnas menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tim SAR gabungan dikerahkan malam ini untuk mempercepat proses evakuasi warga dari zona rawan material vulkanik Semeru.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan personel tambahan telah diberangkatkan dari Pos SAR Jember untuk membantu masyarakat yang masih berada di wilayah terdampak. “Kami sudah memberangkatkan personel tambahan karena sebagian warga memang mulai melakukan evakuasi mandiri,” ujarnya, kemarin di Lumajang.
Petugas gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI/Polri, dan relawan dibagi di sejumlah sektor untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan teratur, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Hingga malam ini, lebih dari 300 warga sudah dievakuasi ke tiga titik pengungsian, yaitu ; Balai Desa Oro-oro Ombo, Balai Desa Penanggal, SDN 2 Supiturang, Pronojiwo. Selain memindahkan warga, Basarnas juga siaga memantau aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru guna mengantisipasi banjir lahar saat turun hujan.
Gunung Semeru dilaporkan meletus pukul 16.00 WIB dengan kolom abu setinggi 2.000 meter, menghembuskan awan panas sejauh tujuh kilometer ke arah utara dan barat laut.
Erupsi yang terekam dengan amplitudo maksimal 40 mm ini berlangsung lebih dari 16 menit sebelum mereda pada pukul 18.11 WIB. Namun, status gunung tetap berada di Level IV (Awas) karena potensi aktivitas susulan masih tinggi.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia meminta masyarakat di kawasan zona merah untuk segera meninggalkan tempat tinggal mereka. “Evakuasi dilakukan untuk melindungi setiap keluarga. Prosesnya dirancang aman, bukan tanda kepanikan,” tegasnya.
Zona merah yang dimaksud meliputi: Desa Sumberwuluh, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro maupun, Kecamatan Pronojiwo.BPBD Lumajang telah menyediakan pos evakuasi, berkoordinasi dengan aparat desa hingga relawan untuk mempercepat mobilisasi warga.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya kepatuhan terhadap protokol evakuasi, terutama karena beberapa warga masih bertahan di zona bahaya. Petugas telah disiagakan di titik-titik strategis untuk memastikan tidak ada aktivitas masyarakat di area yang berisiko./ant/




