Press "Enter" to skip to content

ASEAN Sepakat Perkuat Kerja Sama dan Fasilitasi Perdagangan 

Kemendag dan DPRRI Membahas RUU tentang Kerja Sama perdagangan tingkat ASEAN.
Social Media

 JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Muhammd Lutfi menyatakan, negara-negara  ASEAN sepakat meningkatkan kerja sama dan fasilitasi perdagangan dengan mitra dialog serta  menjamin kelancaran arus rantai pasok obat dan alat Kesehatan untuk mempercepat pemulihan  ekonomi akibat pandemi Covid-19.  

Hal ini disampaikan Mendag Lutfi saat hadir di hari pertama rangkaian Pertemuan Para Menteri  Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers /AEM) dengan negara mitra secara virtual, hari ini,  Senin (13/9). Kali ini, Mendag Lutfi menghadiri pertemuan dengan Tiongkok, Korea Selatan, Jepang,  dan Swiss. 

“Negara-negara ASEAN hari ini sepakat meningkatkan kerja sama perdagangan untuk  mempercepat pemulihan ekonomi. Selain itu, juga terus bekerja sama mendorong percepatan  program vaksinasi, serta menjamin arus rantai pasok obat dan alat-alat kesehatan, “ kata Mendag  Lutfi kepada media di Jakarta, Selasa (14/9).

Mengawali rangkaian pertemuan AEM dengan negara mitra dialog, para Menteri Ekonomi ASEAN  hari ini bertemu dengan Menteri Perdagangan Tiongkok pada AEM and the Minister of Commerce (MOFCOM) Consultations ke-20. Pertemuan ini membahas berbagai hal penting terkait hubungan  ekonomi ASEAN dan Tiongkok.  

Menurut Mendag Lutfi, dalam pertemuan AEM-MOFCOM juga disepakati agar ASEAN dan Tiongkok  segera menyelesaikan pembahasan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) Upgrade Protocol. Para  Menteri juga mendorong finalisasi concept paper untuk melaksanan Studi Kelayakan Bersama (Joint  Feasibility Study) untuk mengidentifikasi area-area kerja sama baru yang dapat dilakukan untuk  meningkatkan persetujuan ACFTA. 

Berita Terkait : Menteri Perdagangan : RUU Niaga Elektronik se-ASEAN Disahkan 

Selain itu, para menteri juga mencatat tahun ini menandai 30  tahun ASEAN-China Dialogue Relations dan sepakat meluncurkan Joint Statement On Further  Enhancing Trade and Economic Cooperation. Join statement tersebut berisi komitmen untuk terus  meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan ekonomi kedua belah pihak. 

Mendag Lutfi menyampaikan, kerja sama dan fasilitasi perdagangan dan investasi ASEAN-Tiongkok  harus tetap terbuka. “Para Menteri bersepakat meningkatkan fasilitasi perdagangan dan menjamin  perdagangan dan investasi ASEAN-Tiongkok tetap terbuka. Hal ini wajib dilakukan untuk  memulihkan pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN,” ujar Mendag Lutfi.

Selanjutnya, para Menteri Ekonomi ASEAN bertemu dengan Menteri Perdagangan, Industri, dan  Ekonomi Republik Korea pada AEM-ROK Consultations ke-18. Para menteri kembali bertukar  pandangan mengenai upaya memulihkan kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19. 

“Indonesia mendukung pemanfaatan digitalisasi teknologi dalam mendukung pelaku usaha,  khususnya usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar. Indonesia juga  menegaskan pentingnya keterbukaan pasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan  ASEAN,” imbuh Mendag Lutfi. 

Pada pertemuan AEM-ROK, lanjut Mendag Lutfi, para menteri juga bersepakat ASEAN dan Korea  Selatan segera menyelesaikan concept note pelaksanaan Joint Feasibility Study untuk  mengidentifikasi area perdagangan yang dapat ditingkatkan melalui persetujuan ASEAN-Korean  Free Trade Agreement (FTA).

Berita Terkait : ASEAN Perkuat Kerja Sama Untuk Percepat Pemulihan Ekonomi 

Setelah melangsungkan pertemuan AEM-ROK, seluruh Menteri ASEAN menghadiri AEM Troika  Open-Ended Dialogue dengan Swiss. Pada pertemuan tersebut, seluruh Menteri ASEAN  berkomitmen meningkatkan kerja sama perdagangan, investasi, kesehatan, dan pembangunan yang  berkelanjutan untuk merespons kondisi pandemi Covid-19 saat ini. 

Rangkaian pertemuan diakhiri dengan pertemuan AEM Plus Three (APT) ke-24 yang terdiri dari  Korea, Tiongkok, dan Jepang. Para Menteri ASEAN dan Plus Three menyepakati “ASEAN Plus Three  Economic Cooperation Work Program (APT ECWP) 2021-2022” sebagai pedoman kerja selama satu  tahun ke depan. Selain itu, disepakati pula “Plan of Action on Mitigating the Economic Impact of the  COVID-19 Pandemic” yang bertujuan meningkatkan dan mempromosikan arus perdagangan dan  investasi, serta fokus pada pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai salah satu cara  pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *