TAPIN, Bisnistoday – Kementerian PUPR melalui BWS III Kalimantan Selatan bakal mengembangkan Bendungan Tapin, di Kabupaten Tapin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan sebagai salah satu destinasi wisata dunia. Saat ini, BWS III Kalsel, tengah menjajaki investor serta merancang sarana penunjang wisata alam dan budaya.
“Bendungan Tapin selain sebagai tampungan air baku, dan menjamin pasokan daerah irigasi pertanian, juga sebagai destinasi wisata serta pengembangan budaya daerah,” ungkap Kepala BWS III, Kalsel Fikri Abdurrachman, di Tapin, Kamis (6/10).
Fikri mengatakan, nantinya bendungan Tapin dikelola oleh Tim pengelola khusus. Tim nantinya akan berencana melakukan pengembangan, sebagai area kumpul masaryarkat baru dengan menyuguhkan wisata agro forestry dan taman budaya masyarakat.
“Semoga sarana baru ini dapat memberikan tambahan lebih untuk peningkatan kesejahteraan warga sekitar Bendungan Tapin,” tuturnya.
Fikri mengatakan, pembangunan Bendungan Tapin telah direncakan sejak tahun 2015 dengan dilanjutkan pembangunan fisik hingga rampung tahun 2021. Bendungan ini juga telah memberikan perlindungan pertama terhadap kondisi banjir berlangsung pada Maret lalu.
“Selain itu banjir besar ini berdampak pada impounding Bendungan Tapin lebih cepat dari perkiraan sekitar 3-4 bulan. Dan Bendungan ini telah melepas tampungan untuk menjaga kebutuhan dan level tinggi muka air Bendungan,” terangnya.
Gelar Parade Budaya
Ketua Adat Dayak Maratus, Karliansyah mengatakan, rencana bendungan Tapin sebenarnya telah diawali dengan sosialisasi warga sekitar tahun 2000 lalu. Masa sosialisasi dihadiri sejumlah tokoh adat Dayak termasuk Karliansyah. “Kami awalnya memang menolak, namun akhirnya menemukan kesepakatan. Karena Dayak perlu lebih maju,” ujarya.
Untuk mendukung rencana pengembangan wisata Bendungan Tapin, Karliansyah mengaku siap menggelar budaya Dayak Meratus. Wisata ini, berdampingan dengan wisata alam Loksado.
“Kami akan menggelar ritual budaya aronagana setahun sekali, sekitar bulan Juli-Agustus setiap tahunnya,” kata Karliansyah.
Karliansyah juga meminta Pemprov Kalimantan Selatan untuk segera memperbaiki jalan akses ke Bendungan Tapin untuk menujang wisata agro. Diketahui jalan menuju bendungan Tapin rusak berat sekitar 11 km, dari 24 km yang sudah secara bertahap diperbaiki pemda./


