BANDUNG, Bisnistoday – PT Pos Indonesia merupakan salah satu entitas usaha tertua di Indonesia yang terus mampu mempertahankan eksistensi diri serta pelayanan kepada pelanggan. Genap di usia 279 tahun, tepatnya pada 26 Agustus 2025 ini, PT Pos Indonesia atau dikenal PosIND, berinovasi menyesuaikan kebutuhan pelanggan.
“Pos Indonesia harus mampu menjawab tantangan era digital, perubahan perilaku konsumen, serta persaingan global yang semakin ketat. Hari ini bukan hanya sekadar perayaan usia perusahaan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen dalam berinovasi secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Plt. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, di Bandung, Selasa (26/8).
Tepatnya, di halaman Kantor Pusat Pos Indonesia, Jalan Cilaki, suasana meriah menyambut apel pagi dan digelar parade defile. pada 26 Agustus 2025 sebagai saksi perayaan bersejarah. Di tengah pelaksanaan perayaan perusahaan pos ini, terlihat pesan inti yang terus digaungkan yang sekaligus menjadi tema besar yang diusung adalah: “Menuju Inovasi Berkelanjutan.”
Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman mengatakan, inovasi berkelanjutan tidak hanya terkait dengan penciptaan produk atau layanan baru semata tetapi juga mencakup peningkatan proses kerja, penguatan budaya perusahaan, serta pemberian nilai tambah bagi pelanggan dan masyarakat.
Baca Juga : Pos Indonesia Jadi Pengantar Logistik Kegiatan Koperasi Desa Merah Putih
“Mari kita jadikan momentum ini untuk terus belajar, beradaptasi, dan melahirkan karya terbaik. Dengan layanan cepat, tepat, aman, dan penuh kepedulian, kita wujudkan Pos Indonesia sebagai perusahaan yang semakin maju, berdaya saing, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Corporate Secretary Pos Indonesia, Tata Sugiarta, umur Pos Indonesia sejajar dengan dinosaurus. Melalui tema Menuju Inovasi Berkelanjutan, Pos Indonesia tetap bertahan dan semakin mapan di industri logistik.
“Kita punya empat portofolio bisnis: kurir logistik, financial service, dan properti. Tantangannya semakin kuat karena ada isu penggabungan kluster logistik di bawah Danantara. Itu harus kita siapkan,” tuturnya./




































