JAKARTA, Bisnistoday – Perekonomian rakyat kecil super mikro tidak boleh terjajah di negeri sendiri. Semestinya Negara mampu melindungi ekonomi rakyat kecil kawulo alit, di era digital seperti sekarang dan bukan sebaliknya.
“Negara harus hadir lindungi dan unggulkan ekonomi rakyat kecil, kawulo alit di era digital, bukan malah sebaliknya,” tukas Ali Mahsun Atmo, Presiden Gumregah Bakti Nusantara (GBN) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Apkli) di Jakarta, Jumat (12/11).
Ali Mahsun menegaskan, rakyat sejahtera berkeadilan, dan negeri adil dan makmur yang diridhoi Gusti Allah Tuhan YME adalah cita-cita besar bangsa dan negeri ini. Untuk itu, amanah pembukaan UUD 1945, negara harus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, serta kanalisasi terhadap persoalan, hambatan dan tantangan para pelaku ekonomi rakyat kecil kawulo alit (usaha super mikro, mikro, dan kecil).
“Sebanyak 64,5 juta usaha mikro kecil yang menghidupi ratusan juta penduduk merupakan keniscayaan. Sebaiknya untuk segera bangkit kembali dari keterpurukan akibat pandemi covid-19 maupun unggul hadapi pertempuran global era digital,” tegasnya.
Bukan sebaliknya, tegas Ali Mahsun, negara tidak boleh abai atas isi perut ratusan juta rakyat Indonesia dan masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, negara tidak boleh membiarkan ekonomi rakyat digerus, dicaplok dan terjajah kongsi kapitalis dari manapun.
Berkaitan dengan hal tersebut, juga dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed telah menggagas Silatbar Pimpinan Organisasi Usaha dan Ekonomi Rakyat Nusantara yang akan di gelar 22 Desember 2021 di Gedung DPR MPR RI Senayan Jakarta.
“Insyaallah perhelatan akbar Rapimnas APKLI 2021 digelar di Lombok Barat NTB 10-12 Desember 2021 akan hasilkan keputusan dan rekomendasi mendasar untuk kemajuan dan keunggulan usaha dan ekonomi 25 juta PKL diseluruh tanah air.
Sedangkan, agenda spektakuler Silatbar Pimpinan Organisasi Usaha dan Ekonomi Rakyat Nusantara digelar 22 Desember 2021 di Gedung Joeang 45 Jakarta akan menghasilkan Rumah Besar Ekonomi Rakyat Nusantara untuk melindungi mengayomi dan mengkanalisasi persoalan hambatan dan tantangan ekonomi rakyat di era digital.
“Kuncinya hanya satu, bersatu dan Tangguh ekonomi rakyat unggul di negeri sendiri, dibawah panji Merah Putih dan Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa,” tambah Dokter Ahli Kekebalan Tubuh ini./






































