JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah bersama stakeholders berupaya mewujudkan penyediaan air bersih serta sanitasi yang layak untuk mewujudkan pencapaian agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Hal tersebut, menjadi pokok pembahasan dalam WWF ke 10 yang mengusung tema “Water for Shared Prosperity”.
“WWF bukan merupakan organisasi profesi, tapi platform untuk semua komunitas yang bergerak di bidang sumber daya air. Sehingga seluruh komponen masyarakat yang mengelola sumber daya air akan menyuarakan gagasan dan kepentingannya dalam WWF,” terang Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam keteranganya di Jakarta,Kamis (11/8).
Pemerintah Indonesia menyelenggarakan National Stakeholders Forum sebagai 2nd Announcement untuk perhelatan World Water Forum (WWF) 2024 pada level nasional di Auditorium Kementerian PUPR.
Kegiatan ini untuk menyiapkan pembentukan Panitia Nasional WWF ke-10 di Bali yang inklusif, serta untuk berdiskusi mengenai penetapan tema dan sub tema atas penyelenggaraan WWF 2024 bagi Indonesia.
Menurut Basuki, sebagai festival bidang sumber daya air terbesar, Menteri Basuki menargetkan sebanyak seratus ribu peserta/pengunjung, 12 kepala negara dan 56 menteri hadir pada WWF ke-10 di Bali.
“Ini bukan ambisius, tapi kita lihat kemarin pada saat voting mereka memilih Bali. Daya tarik pelaksanaan WWF di Bali akan sangat tinggi. Seratus ribu orang akan berkumpul selama seminggu di Bali, tentunya ini akan menggeliatkan perekonomian kita,” kata Menteri Basuki.
Agenda Nasional
Menteri Basuki juga menegaskan bahwa WWF bukan agenda kerja dari Kementerian PUPR saja, tetapi merupakan agenda nasional, sehingga butuh partisipasi dari semua elemen untuk mensukseskan penyelenggaraannya.
Kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga, Instansi serta seluruh stakeholders yang terkait sangat diperlukan untuk menunjukkan keseriusan Indonesia sebagai host country dalam penyelenggaraan WWF 2024 ini.
“Dari sub tema yang akan didiskusikan bersama, ada satu hal yang perlu kita manfaatkan dengan optimal. Bahwa kita harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Arie Setiadi Moerwanto, Perekayasa Utama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR./





































