www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 18 April 2026
Home LIFESTYLE Trends & Mode Gebrakan Desain Indonesia di Milan Melalui Kehadiran IDD Pavilion dalam Ajang Salone del Mobile 2026
Trends & Mode

Gebrakan Desain Indonesia di Milan Melalui Kehadiran IDD Pavilion dalam Ajang Salone del Mobile 2026

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday,- Dunia desain internasional kini kembali menaruh perhatian besar pada kreativitas Indonesia seiring dengan partisipasi aktif Indonesia Design District (IDD) PIK2 dalam ajang Salone del Mobile di Milan, Italia. Pameran furnitur dan desain interior paling bergengsi di dunia ini berlangsung pada 21 hingga 26 April 2026, menjadi saksi bagaimana identitas budaya dan inovasi modern Indonesia bersatu. Sebagai representasi dari sektor swasta, IDD mengusung misi besar untuk memperkenalkan ekosistem desain Tanah Air yang semakin matang ke mata audiens global.

Partisipasi ini diperkuat dengan kehadiran IDD Pavilion yang mengusung tema “House of Indonesia”, sebuah narasi visual yang menggambarkan keterhubungan antara desainer, manufaktur, dan komunitas kreatif. Kehadiran fisik Indonesia di pameran ini bukan sekadar pameran produk, melainkan upaya strategis untuk memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri kreatif internasional yang memiliki standar kualitas tinggi. CEO IDD PIK2, Ipeng Widjojo, menegaskan arti penting kehadiran ini bagi perkembangan industri nasional.

“IDD Pavilion menjadi cara kami memperkenalkan Indonesia sebagai ekosistem desain yang terintegrasi dan kolaboratif. Melalui Salone del Mobile, kami berharap karya para desainer Indonesia dapat semakin dikenal dan terhubung dengan industri desain global,” jelas Ipeng Widjojo saat jumpa pers, Kamis (9/4/2026).

Langkah awal dari perjalanan ini dimulai dengan perumusan konsep IDD Pavilion yang bertajuk “House of Indonesia” sebagai representasi rumah bagi seluruh elemen industri kreatif di Indonesia. Konsep ini dirancang untuk menciptakan sebuah destinasi yang menghubungkan berbagai pilar penting, mulai dari brand lokal, desainer interior, arsitek, hingga para pelaku manufaktur yang memiliki kapasitas produksi tingkat dunia. Kehadiran paviliun ini secara sadar menonjolkan bagaimana ekosistem desain di Indonesia telah bertransformasi menjadi sebuah jaringan yang terintegrasi dan siap bersaing secara konseptual.

Melalui tema ini, IDD PIK2 ingin menyampaikan pesan bahwa Indonesia bukan sekadar penyedia material atau pengrajin, melainkan sebuah pusat inovasi yang mampu melahirkan karya-karya orisinal dengan filosofi mendalam. Sinergi antara berbagai pihak ini menunjukkan kedewasaan industri dalam negeri yang kini tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, namun bersatu di bawah satu payung narasi yang kuat untuk menarik minat para buyer dan kolaborator internasional. Hal ini menjadi fondasi utama dalam membangun reputasi Indonesia sebagai negara yang mengedepankan kualitas desain sebagai bagian dari identitas nasional yang modern.

Keberhasilan membawa identitas “House of Indonesia” ke Milan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh berbagai otoritas terkait yang melihat potensi besar dalam ekspor kreatif. Berbagai instansi seperti Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF), Kementerian Perdagangan, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma memberikan dukungan penuh untuk memastikan kehadiran ini memberikan dampak nyata. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta ini menjadi bukti nyata bahwa ada visi yang sama dalam mendorong karya anak bangsa agar mendapatkan panggung yang layak di pusat desain dunia.

Tahap krusial berikutnya dalam partisipasi ini adalah proses kurasi produk yang dilakukan secara ketat oleh desainer kenamaan Indonesia, Alvin Tjitrowirjo. Sebagai kurator, Alvin memilih berbagai karya kontemporer yang merepresentasikan keragaman material serta keahlian teknik yang berkembang pesat di Indonesia saat ini. Setiap produk yang terpilih harus mampu berbicara mengenai jati diri bangsa sekaligus memiliki relevansi estetika yang dapat diterima oleh pasar desain global yang sangat kompetitif.

Alvin Tjitrowirjo mengungkapkan bahwa misi utama dari pemilihan karya ini adalah untuk menunjukkan kekuatan intelektual di balik setiap desain yang diciptakan oleh tangan-tangan kreatif Indonesia. “Partisipasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan desain khas Indonesia. Lewat IDD Pavilion, kami ingin memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki ekosistem yang mampu berpikir secara konseptual, merancang dengan kuat, dan mewujudkannya dalam kualitas yang siap bersaing di panggung global,” papar Alvin mengenai standar tinggi yang ia tetapkan.

Selain dari sisi produk, pengalaman ruang di dalam booth juga menjadi perhatian utama yang dieksekusi dengan apik oleh Santi Alaysius, pendiri Domisilium Studio. Santi merancang interior IDD Pavilion dengan pendekatan eksplorasi material dan narasi visual yang kuat, menciptakan suasana yang mampu menggambarkan dinamika kreativitas Indonesia. Melalui tangan dinginnya, desain booth tersebut bukan sekadar tempat pajangan furnitur, melainkan sebuah interpretasi artistik yang mengundang pengunjung internasional untuk merasakan langsung semangat kolaborasi dan keunikan ekosistem desain Indonesia.

Peran IDD PIK2 di Salone del Mobile 2026 juga mencakup dukungan strategis terhadap generasi muda melalui keterlibatan mereka di platform SaloneSatellite. Area ini merupakan bagian dari pameran utama yang secara khusus didedikasikan bagi para desainer muda berbakat dari seluruh penjuru dunia untuk mempresentasikan ide-ide segar mereka kepada industri global. Nama-nama seperti Studio Banda, Zulyo Kumara, dan Cynthia Margaret menjadi representasi wajah masa depan desain Indonesia yang berani tampil di depan para kritikus dan pelaku industri internasional.

Dukungan nyata yang diberikan IDD dalam hal ini mencakup proses logistik dan ekspedisi karya-karya tersebut dari Indonesia menuju Milan yang seringkali menjadi kendala utama bagi para desainer independen. Dengan memfasilitasi kebutuhan teknis pengiriman, IDD memastikan bahwa talenta muda Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar dan mendapatkan eksposur maksimal tanpa terhambat masalah operasional. Inisiatif ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam membangun fondasi regenerasi desainer lokal agar terus memiliki keberlanjutan di pasar luar negeri.

Kehadiran para desainer muda ini di SaloneSatellite memberikan dimensi tambahan bagi citra Indonesia yang tidak hanya kaya akan tradisi, tetapi juga progresif dalam melahirkan inovasi baru. Partisipasi kolektif ini diharapkan mampu membuka gerbang peluang kolaborasi internasional yang lebih luas serta memperkuat jaringan profesional antar desainer. Dengan demikian, kehadiran Indonesia di Milan pada tahun 2026 ini menjadi sebuah tonggak sejarah penting dalam mempertegas posisi negara sebagai salah satu kekuatan kreatif baru yang patut diperhitungkan secara global.E2-Adit

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Jumpa pers di Parle Senayan, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Trends & Mode

Strategi Jazz Goes To Campus Menuju Usia Emas Lewat Perhelatan Talkshow dan Konser Big Band yang Intim


JAKARTA, Bisnistoday, Jazz Goes To Campus (JGTC) kembali menggebrak industri musik tanah...

Trends & Mode

Brand Perawatan Rambut Gandeng Artis Bae Suzy Sebagai Brand Ambassador Terbaru

JAKARTA,Bisnistoday - Masalah ketombe dan rambut rontok kini terjawab melalui inovasi terbaru...

Hunian Hijau
Trends & Mode

Survei Properti : Milenial Cenderung Pilih Hunian Hijau dan Hemat Energi

JAKARTA, Bisnistoday – Berdasarkan survei calon pembeli rumah di Kota Jakarta, para...

Vape atau Pod
HumanioraLIFESTYLELingkunganTrends & Mode

Limbah Vape Menimbulkan Masalah Lingkungan di Inggris

JAKARTA-Bisnistoday: Penggunaan vape dan pod masih menjadi permasalahan di sejumlah negara. Selain...