www.bisnistoday.co.id
Rabu , 24 Juni 2026
Home EKONOMI Harga Barang Kebutuhan Pokok di Pasar Legi Aman
EKONOMISektor Riil

Harga Barang Kebutuhan Pokok di Pasar Legi Aman

PANTAU HARGA : Wamendag Jerry Sambuaga pantai harga bahan poko di Pasar, Semarang, baru-baru ini.
Social Media

SOLO, Bisnistoday – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meninjau stok dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah pada hari ini, Sabtu (20/8). Wamendag mengatakan, harga bapok di Pasar Legi relatif stabil dibandingkan bulan lalu dan mengalami penurunan untuk bawang merah dan cabai. 

“Ketersediaan bapok di Pasar Legi aman dan harganya stabil. Untuk minyak goreng curah, para pedagang menjual minyak goreng curah Rp11.700/liter dan harga jual tersebut di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp14.000/liter,” ujar Wamendag. Dalam kesempatan tersebut, Wamendag didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo dan Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Surakarta Erni Susiatun. 

Kementerian Perdagangan secara konsisten melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk distributor dan produsen,dalam memastikan pasokan dan harga bapok relatif terjaga. 

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang selalu sigap memantau dan memastikan ketersediaan stok bapok di masing-masing daerah,” ungkap Wamendag. 

Harga Migor Curah

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Legi, tercatat daging ayam ras Rp34.000/kg, telur ayam ras Rp28.500/kg, daging sapi Rp135.000/kg, tepung terigu Rp12.000/kg, bawang merah Rp25.000/kg, bawang putih honan Rp17.000/kg, cabai merah keriting Rp45.000/kg, cabai merah besar Rp45.000/kg, cabai rawit merah Rp33.000/kg. 

“Diharapkan harga migor sesuai HET ini bisa diikuti lebih banyak lagi pasar-pasar lainnya. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar migor curah selalu tersedia dan masyarakat dapat membelinya dengan harga terjangkau,” sambung Jerry. 

Kementerian Perdagangan secara berkala melakukan pemantauan perkembangan harga bapok melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) pada 216 pasar di 90 kabupaten / kota. 

Wamendag berkesempatan berbelanja di beberapa kios pedagang dan melakukan pembayaran secara digital. Ia mengingatkan kembali pentingnya digitalisasi pasar dapat meningkatkan produktivitas. “Penerapan digitalisasi, salah satunya pembayaran digital, bisa meningkatkan produktivitas tanpa harus meninggalkan lapak dagangan. Selain itu, pemanfaaatan pembayaran digital pada pasar rakyat ini membawa keuntungan bagi pedagang dan kemudahan pembayaran bagi pembeli,” pungkas Jerry. 

Kementerian Perdagangan menargetkan digitalisasi 1.000 pasar rakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia. Saat ini sudah terdapat 2.047 pasar rakyat menggunakan situs web pasar melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP), 10 pasar rakyat on-boarding pemasaran secara digital, dan 51 pasar rakyat telah melakukan transaksi nontunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). /

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Komponen Otomotif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menperin Menepis Tudingan Adanya Relokasi Sejumlah Perusahaan Komponen Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday -Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gandeng ID Food, Koperasi Ekspor Gambir ke India dan Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera...

Sosialisasi AASI
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Workshop Fit and Proper Test Perdana, AASI Matangkan Kesiapan Industri Hadapi Spin-Off

JAKARTA, Bisnistoday - Menjelang target penyelesaian spin-off sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan...