www.bisnistoday.co.id
Minggu , 15 Maret 2026
Home OPINI Gagasan Henut Hendro, Buruhnya Para Buruh
GagasanOPINI

Henut Hendro, Buruhnya Para Buruh

Henut Hendro saat melakukan unjuk rasa mewakili ribuan buruh, di Jakarta, baru-baru ini. (foto:istimewa)
Social Media

Oleh Suroto: Ketua Umum Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES)-Indonesia, CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat ( INKUR Federation)

Hidup miskin itu biasa. Tapi hidup tanpa pekerjaan itu martabat seperti runtuh mas”. Inilah sepenggal kalimat yang saya tangkap dari mulut wajah kuyu seorang mantan buruh di daerah kawasan industri Jababeka, Bekasi ketika baru saja dipecat sepihak oleh manajemen pabrik di tempat dia bekerja.

Berulang kali saya datang ke kawasan pabrik pabrik perusahaan kelas Internasional ini. Sudah tak terhitung. Kadang diskusi di pabrik, di rumah, atau bahkan di kemah perjuangan yang mereka bentuk secara mendadak ketika terjadi pemecatan masal.

Sebelum krisis ekonomi akibat virus Corona atau Covid-19 hidup buruh sudah biasa menghadapi kemiskinan. Gaji hanya cukup untuk bayar makan seadanya, membeli kopi di kantin demi menahan kantuk agar tak terjadi kecelakaan mesin di pabrik, bayar transport dan kos kosan di daerah yang jauh dari layak.

Baca juga : Puluhan Ribu Buruh Serempak Turun Padati Jalan Protokol

Hidup gali lobang tutup lobang dari pinjaman rentenir dengan bunga yang mencekik hingga 30 persen sebulan itu hal biasa. Mereka tak ada pilihan lain.

Mau pulang ke desa tak lagi punya tanah untuk digarap. Toh di desa hari ini 74 persen juga isinya juga hanya  buruh tani yang nasibnya juga tak jelas. Dan sisanya petani gurem alias kuasa lahanya tak lagi lebih dari seperempat hektar rata-rata.

Tapi saya bersyukur masih bisa ketemu dengan seorang buruh yang satu ini. Namanya Henut Hendro, dia menyebut dirinya sebagai buruhnya buruh.

Kenapa dia menyebut dirinya seperti itu? Karena dia memang bekerja untuk melayani buruh yang bekerja di pabrik pabrik.

Kerjanya membangun koperasi untuk buruh, mendampingi teman temanya yang terkena pemecatan, mengurus advokasi kesehatan, mengorganisir dan memobilisasi teman-temanya untuk aktif berserikat dan berkoperasi.”

Pertama kali saya ketemu dengan pria ceking itu di salah satu tempat di Cawang, Jakarta Timur dekat tempat tinggal saya. Bersama dengan 8 orang temannya. Mereka intinya ingin membentuk koperasi dan konsultasi dengan saya.

Saya lihat pria ini hanya diam sepanjang diskusi. Tapi dia terlihat terus mencatat. Entah apa yang ditulis, tapi saya melihatnya sangat serius sekali.

Pria yang tak banyak bicara kecuali saat pakai toa ini lulusan perguruan tinggi di Bekasi. Dia memang bertangan dingin. Setelah pendidikan dan pelatihan koperasi ternyata dia langsung eksekusi.

Tak lama kemudian saya mendengar dia bersama teman temanya telah berhasil dirikan koperasi. Namanya Koperasi UBSSM.  Sloganya Worker Is Owner…pekerja adalah pemiliknya.

Dia telah berhasil mengajak 580 pekerja lainya secara sukarela menjadi anggota koperasi. Berhasil dirikan minimarket, lalu restauran dan operasionalkan ambulan untuk melayani anggota yang membutuhkan jasa ambulan untuk ke rumah sakit atau mengangkut jenasah dari anggota yang meninggal.

Baru baru ini, ketika dia demo menolak  UU Ciptakerja yang semakin menggilas nasib hidup mereka, secara spontan dan simbolik dia kumpulkan saweran uang receh dari teman temanya yang sedang demonstrasi untuk dititipkan kepada Presiden Jokowi untuk dibelikan perusahaan asing agar mereka bisa kerja dengan baik dan penuh kemanusiaan, syukur syukur bisa dikoperasikan.

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Kopdes Merah Putih
Gagasan

Membatasi Intervensi Negara agar Koperasi Tetap Merdeka

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi sejak awal dirancang sebagai gerakan ekonomi rakyat yang...

Gagasan

Kaster TNI dan Kembalinya Orientasi Pertahanan Teritorial

KEPUTUSAN menghidupkan kembali jabatan Kepala Staf Teritorial TNI (Kaster TNI) setelah sekitar...

Ilustrasi
Gagasan

Subsidi Negara dan Jalan Koperasi: Mengembalikan Manfaat untuk Rakyat

SUBSIDI selalu menjadi instrumen penting dalam kebijakan ekonomi negara. Dalam teori, subsidi...

Gagasan

Siaga 1 TNI Sebagai Antisipasi Strategis di Tengah Gejolak Timur Tengah

INSTRUKSI Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang memerintahkan seluruh jajaran TNI untuk...