www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 18 April 2026
Home EKONOMI Hutama Karya Dukung Percepatan Industrialisasi Kendaraan Listrik
EKONOMI

Hutama Karya Dukung Percepatan Industrialisasi Kendaraan Listrik

Mobil listrik tengah melakukan pengisian batteray di salah satu SPKLU, Jakarta, belum lama ini. (foto:istimewa)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), turut andil dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, dalam pengembangan dunia infrastruktur dan energi. Belum lama berlalu, HK Expert Talk kembali digelar untuk kali ke-4 bekerjasama dengan Dewan Energi Nasional. Webinar yang dihadiri lebih dari 1.000 partisipan, membahas topik hangat seputar percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. 

Didalam webminar ini, Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan mengatakan, program pemerintah dalam mewujudkan percepatan program implementasi kendaraan listrik. Berdasarkan PP No 55 Tahun 2019, pemerintah mendukung penuh penguasaan teknologi industri dan rancang bangun dengan harapan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan bermotor listrik. 

Dukungan pemerintah juga diwujudkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 65 tahun 2020, tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar, menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai. “Kebijakan ini diharapkan tak hanya dapat dijalankan dengan desentralisasi di Pemerintah Pusat, tetapi hingga ke daerah-daerah,” ungkap Budi. 

Target implementasi akan dimulai di operasional tingkat pemerintahaan pusat maupun daerah, angkutan massal perkotaan, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dengan target konversi sebesar 90% pada tahun 2030 mendatang.

Berita Terkait : Pabrik Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik Pertama Resmi Beroperasi

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, memaparkan terdapat tiga hal yang menjadi tantangan industri otomotif di Indonesia, yakni waktu pengisian daya yang singkat, daya jangkau jelajah yang jauh, dan harga yang terjangkau, mengingat daya beli terbesar masyarakat Indonesia masih di kisaran Rp250-300 juta.

Selain tiga hal tersebut, menurut Yohannes, program ini diharapkan sejalan beriringan dengan pengadaan fasilitas penunjang, khususnya pembangunan infrastruktur fast charging di beberapa titik kota besar dan secara bertahap juga ke daerah, serta bengkel-bengkel bersertifikasi khusus untuk kendaraan bermotor berbasis listrik. 

Sementara, Bob Saril, Director of Commerce and Customer Management PT PLN (Persero) menjelaskan, kesiapan infrastruktur ini dapat dilihat dari sebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang diadakan oleh pihak PLN, maupun bekerja sama dengan pihak swasta dengan jumlah 140 unit di seluruh Indonesia, dan akan bertambah 168 unit pada tahun 2021. 

Bob mengatakan, cadangan dan pasokan listrik yang besar dengan pembangkit listrik yang menggunakan renewable energy, membawa optimisme ke depan bahwa kebutuhan daya listrik sebagai pengisi baterai kendaraan bermotor di Indonesia akan tercukupi. 

Terkait dengan pemanasan global yang menjadi perhatian seluruh masyarakat dunia, Djoko Siswanto, MBA, sebagai Sekjen Dewan Energi Nasional mengatakan, polusi udara adalah salah satu penyebabnya. Di pasar regional Asia, pangsa sepeda motor menjadi penyumbang polusi terbesar di sektor transportasi. 

Berita Terkait : Pengusaha Lokal Mesti Jadi Pelaku Utama Industri Kendaraan Listrik

“Inilah yang menjadi tantangan dalam mengatasi pemanasan global dengan mengembangkan industri kendaraan listrik. Transisi energi dan net zero emission menjadi tidak hanya target Indonesia di tahun 2060, tetapi juga seluruh dunia,” ujarnya. 

Perkembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang nantinya akan masif ini telah dipertimbangkan pula oleh PLN selaku penyedia daya listrik di Indonesia. PLN akan menerapkan tarif khusus, kompetitif, dan pemberian subsidi pada jangka waktu tertentu dalam mendukung program akselerasi ini. Perencanaan infrastruktur dan pembangunan pembangkit listrik akan terus dilakukan dalam 10-15 tahun ke depan. 

Kebutuhan Pembangkit

Novias Nurendra, selaku Direktur Operasi I Hutama Karya, yang menjelaskan tentang penciptaan infrastruktur energi dalam mendukung transisi kendaraan listrik. Ia menjelaskan Indonesia masih membutuhkan pembangunan pembangkit sebesar 11 GW/ tahun agar target pembangkit listrik terpasang pada tahun 2050 sebesar 443 GW berdasarkan Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Umum Energi Nasional oleh Dewan Energi Nasional dapat tercapai.

Berita Terkait : Indonesia Bisa Hemat Devisa US$ 1,8 Miliar Dari Kendaraan Listrik

Pembangkit listrik tersebut juga digunakan sebagai supply kendaraan listrik dan mendukung target pendapatan per kapita Indonesia sebesar USD 25,000 pada tahun 2045. Dalam memenuhi pemenuhan energi/ supply listrik tersebut, dibutuhkan pembangkit yang dapat memberikan harga listrik kompetitif agar di masa depan tidak diperlukan subsidi sehingga memberatkan keuangan PLN. 

“Salah satu bentuk dukungan program percepatan transisi kendaraan listrik ini adalah dengan terbangunnya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). JTTS dapat hadir menjadi jalan tol yang menawarkan potensi solar PV, yang pemanfaatannya bisa sangat mendukung sumber listrik utama untuk SPKLU, sebagai penunjang kendaraan listrik berbasis batera.” terang Novias Nurendra./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Agung Setya Imam Effendi (dok: PTPN)
EKONOMIEkonomi Rakyat

PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

BOGOR, Bisnistoday  –  PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan...

Tanker Transko
EKONOMI

Distribusikan BBM, Armada Pertamina Patra Niaga Sandar Kembali di Ampenan

AMPENAN, Bisnistoday– Armada kapal tanker Pertamina Patra Niaga kembali sandar di Pelabuhan...

ILUNI FHUI Webinar Series tentang Kejahatan Siber (dok:ILUNI FHUI/IABF)
EKONOMIHukum

Evolusi Kejahatan Siber: Modus Baru dan Kesiapan Regulasi

JAKARTA, Bisnistoday - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan...

Seminar Keamanan Laut dan Ekonomi Biru di FHUI, Rabu (15/4/2026) dok: Adi/Bisnistoday
EKONOMILingkungan

Keamanan Laut Kunci untuk Wujudkan Ekonomi Biru

JAKARTA, Bisnistoday – Sebagai negara kepulauan yang luas lautannya mencakup lebih dari...