JAKARTA, Bisnistoday- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Busa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (6/8) ditutup melemah 1,99 poin ke posisi 6.203,43. Sementara Indeks LQ45 turun 8,87 poin ke posisi 844,14.
“Pelemahan IHSG kali ini dipengaruhi oleh aksi ambil untung sejumlah investor,” tulis Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (6/8).
Dibuka menguat, IHSG bergerak variatif pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus berada di zona merah hingga akhirnya ditutup melemah.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 3,16 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang konsumen primer masing-masing 1,09 persen dan 0,43 persen.
Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dimana sektor barang keuangan turun paling dalam yaitu minus 0,86 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor transportasi & logistik masing-masing minus 0,52 persen dan minus 0,3 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp127,48 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.714.938 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,82 miliar lembar saham senilai Rp15,9 triliun. Sebanyak 214 saham naik, 262 saham menurun, dan 171 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 91,92 poin atau 0,33 persen ke 27.820,04, indeks Hang Seng turun 25,29 poin atau 0,1 persen ke 26.179,4, dan indeks Straits Times terkoreksi 0,76 poin atau 0,02 persen ke 3.174,35.
Rupiah Pun Melemah
Hal sama juga terjadi pada kurs rupiah terhadap dolar AS. Rupiah ditutup terkoreksi 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.353 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.343 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat, mengatakan isu tapering oleh The Fed masih menjadi ganjalan utama untuk penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Sebagaimana pengalaman beberapa tahun lalu, tapering mendorong penguatan dolar AS dan menekan rupiah cukup dalam,” ujar Ariston.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.363 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.353 per dolar AS hingga Rp14.375 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.369 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.342 per dolar AS./




