JAKARTA, Bisnistoday – Sentimen positif setelah Federal Reserve (The Fed) menahan tingkat suku bunga acuannya, membuat para pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengoleksi sejumlah saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Perdagangan Kamis (15/6), ditutup menguat.
IHSG ditutup menguat 14,07 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.713,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,46 poin atau 0,26 persen ke posisi 952,26.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.337.854 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,03 miliar lembar saham senilai Rp8,58 triliun. Sebanyak 241 saham naik, 281 saham menurun, dan 217 tidak bergerak nilainya.
“Pergerakan IHSG dipengaruhi optimisme dari global setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) menahan suku bunga acuan, karena inflasi yang sudah melandai,” ujar Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei saat dihubungi oleh Antara di Jakarta.
Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada Kamis (15/6) dini hari waktu Indonesia, memutuskan mempertahankan kisaran target suku bunga acuan di level 5- 5,25 persen, setelah 10 kenaikan beruntun sejak Maret 2022.
Namun demikian, The Fed juga mengisyaratkan untuk menaikkan Fed Fund Rate (FFR) dua kali lagi ke depan, berkaca dari median proyeksi The Fed yang memperkirakan suku bunga ada di kisaran 5,5- 5,75 persen pada 2023 dari 5- 5,25 persen sebelumnya.
Saham Sektor Energi
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat di mana sektor energi paling tinggi yaitu 0,75 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 0,62 persen dan 0,61 persen.
Sedangkan, lima sektor terkoreksi yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 1,72 persen, diikuti sektor properti dan sektor industri yang turun minus 0,65 persen dan 0,32 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PTMP, BNBA, NZIA, DRMA dan SMMT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SAGE, LAJU, HOMI, ELIT dan NETV./Ant/


