JAKARTA, Bisnistoday – Institute for Devepment of Economic and Finance (INDEF) mencatat sebanyak 10 kementerian paling popular sepanjang 2022. Berdasarkan riset INDEF, kementerian dimaksud adalah Kemenkominfo, Kemendag, Kemenkeu, Kemenhan, Kemenkes, Kemenag, Kemenpora, Kemendagri, Kemen BUMN serta Kementerian ATR/BPN.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wahyu Tri Utomo, Data Analyst continuum INDEF, saat diskusi yang diprakarsai INDEF tentang Kaleodoskop Kabinet Indonesia Maju 2022 bertajuk “Sepak Terjang Kebijakan Kabinet Indonesia Maju dan Respon Masyarakat Melalui Pendekatan Big Data” pada Jumat (23/12).
Diperoleh data Kementerian paling popular adalah Kemenkominfo (135 ribu) perbincangan, Kemendag (132 ribu) , Kemenkeu (86 ribu), Kemenhan (81 ribu) , Kesehatan (80,8 ribu), Kemenag (79 ribu), Kemenpora (70,7 ribu), Kemendagri (51,5 ribu), Kemen BUMN (48,1) ribu, Kemen ATR (47,9 ribu) perbincangan.
Wahyu mengatakan, riset INDEF dan Continuum Data dilatarbelakangi banyak sekali kejadian dan kebijakan yang muncul pada 2022. Kelangkaan minyak goreng, ekspor komoditas, kenaikan harga BBM, PPKM, KTT G20, IKN Baru, Mudik diperbolehkan lagi dengan beberapa syarat, Kenaikan cukai rokok dan masih banyak lagi.
“Begitu banyak kebijakan, begitu banyak respon keluh kesah harga BBM naik, vaksin terkait kebocoran data. Atau yang menuai banyak pujian ihwal KTT G20,” tuturnya.
Felia Pratikasari, Business Development Continuum INDEF mengutarakan, data analisis bersumber dari sosmed twitter 01 Jan – 12 Des 2022. medsos saat ini jadi plafrom yang sangat mainstream dan jadi top platfrom. Kemuduian dilakukan screening media & buzzer free, lalu analisis eskposur perbincangan, analisis sentimen dan analisis topik perbincangan.
Metodologi : data dari eksposur kementerian di analisis lebih dalam untuk topik analisis, lalu dapatkan topik isu. Dari topik-topik itu per kementerian, digabungkan sehingga muncul hasil akhir. Isu atau topik mana yang paling banyak diperbincangkan, dan mana yang paling sedikit.
Dari profil data kementerian dari perbincangan di medsos diperoleh data 1,231,162 perbicangan dari 1,012,299 akun medsos. Tentunya semua melalui evaluasi keyword, free buzzer.
Hal Yang Diperbincangkan
Lebih lanjut, Wahyu mengutarakan, mengapa kementerian-kementerian di atas bisa paling banyak diperbincangkan? Fakta yang ada menyatakan banyak didominasi informasi negative kementerian itu sendiri.
“Kominfo cukup dikenal karena kasus kebocoran data dan pemblokiran PSE. Kebocoran data merupakan ranah Kominfo jadi pasti paling banyak disorot utamanya pemblokiran PSE, tetapi anehnya judi online tidak diblokir.”
Demikian juga, lanjut Wakyu, Kemendag populer karena terjadinya kelangkaan dan kenaikan minyak goreng sebagai imbas dari kenaikan harga pangan. Padahal pangan adalah salah satu hal mendasar. Kemen Keuangan popular terkait kebijakan pajak, kenaikan PPN dan cukai rokok dan kebijakan keuangan lainnya.
Kemenhan, lanjut Wahyu dikenal dengan isu ketahan nasional dan TNI, Kesehatan karena covid 19, vaksinasi, booster, gagal ginjal dan lainnya. Kemenag karena diperbolehkannya lagi haji setelah pandemi, personal menteri agama yang dinilai kurang pas.
Begitupun, menurut Wakyu, Kemenpora karena kasus Kanjuruhan yang mendunia, Kemendagri karena isu ASN dan PPKM. Kemen BUMN terkait perkembangan BUMN yang banyak sekali informasi di medsos. kemen ATR ihwal reformasi agrarian, dan soal sertifikat tanah yang mendapat sorotan sekian tahun baru didapat./







































