JAKARTA, Bisnistoday- PT Jasa Marga Tbk memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini terjadi pada 29 April dan puncak arus balik pada 8 Mei. Dalam rangka mengantisipasi arus balik, perseroan akan menfungsionalkan Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) II Selatan secara situaisonal.
“Tahun ini kami perkirakan arus mudik tidak hanya naik dibanding tahun 2021, tetapi akan melebihi volume mudik tahun 2019,” kata Corporate Communication and Community Development Group PT Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (11/4).
Ia menyebutkan jumlah arus mudik tahun 2021 tercatat sekitar 1,4 juta kendaraan, tahun 2020 turun 40 persen atau hanya sekitar 900.000 kendaraan. Sedangkan pada tahun 2019 atau sebebelum munculnya wabah Covid-19 mencapai sebanyak 2,5 juta kendaraan.
Heru mengimbau kepada pengguna jalan untuk memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan oleh pemerintah ini secara baik dan bertanggung jawab dengan merencanakan rute, kesiapan, perbekalan perjalanan, BBM dan emoney jauh-jauh hari. “Kami juga mengimbau kepada para pengguna jalan untuk menghindari perjalanan mudik maupun balik pada saat arus puncak mudik dan balik,” tambahnya.
Jasa Marga berharap pengguna jalan tidak bersama-sama melakukan perjalanan pada tanggal puncak arus mudik dan balik. Hal ini dikarenakan agar distribusi arus mudik dan balik dapat tersebar secara merata.
Serangkain Persiapan
Sesuai dengan rencana pemerintah yang telah memberikan kelonggaran untuk perjalanan mudik, Jasa Marga telah melakukan serangkaian persiapan dan koordinasi yang intensif dengan semua pemangku kepentingan.
Hal ini bertujuan agar pelayanan terhadap arus mudik Lebaran ini bisa berjalan dengan baik dan pengguna jalan bisa mudik dengan selamat dan sehat.
Ada beberapa hal yang harus Jasa Marga siapkan, pertama mengenai kapasitas untuk titik-titik kepadatan bagaimana meningkatkan atau mengantisipasi kepadatan.
Jasa Marga memastikan gerbang tol, bagaimana keberfungsian peralatan di gerbang tol 100 persen. Selain itu Jasa Marga juga akan mengoperasikan gardu tol miring. serta mengoperasikan mobile reader.
“Seperti saya sudah sampaikan, untuk di gerbang tol dan di lajur kami menghitung kapasitas lajur, selain kapasitas gerbang tol. Tentunya Jasa Marga bekerjasama dengan kepolisian, dimungkinkan adanya rekayasa lalu lintas dan hal itu menjadi diskresi kepolisian baik rekayasa lalu lintas yang bersifat contra flow, satu arah (one way), dan sebagainya,” ujar Heru.
Fungsikan To Japek II
Dalam kesempatan sama, Direktur Operasi PT Jasa Marga Tollroad Operator, Yoga Trianggoro mengatakan, dalam rangka mengantisipasi PT Jasa Marga Tbk akan menfungsionalkan Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) II Selatan secara situaisonal. “Jadi itu tidak terjadwal, namun tergantung pada situasional. Ini salah satu alternatif rekayasa lalu lintas yang akan kita lakukan,” ujar dia.
Yoga menjelaskan jika memang kondisi di lapangan sangat membutuhkan untuk memecah kepadatan lalu lintas khususnya di KM 66, maka atas diskresi dan koordinasi dengan pihak kepolisian, Jasa Marga akan membuka atau fungsionalkan Tol Japek II Selatan tersebut secara situasional.
“Persiapannya sudah kita siapkan, sehingga kapan pun dibutuhkan untuk memecah kepadatan lalu lintas khususnya di KM 66, (Tol Japek II Selatan) itu bisa kita gunakan,” katanya.
Tol Japek II Selatan dari Sadang sampai dengan Kutanegara. Ini merupakan jalan tol yang sedang dalam tahap pembangunan, menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta di Jati Asih, Bekasi dengan Jalan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta.
Jalan Tol Japek II Selatan nantinya akan memiliki peran penting menghubungkan daerah-daerah di Jawa Barat./




