www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home EKONOMI Energi Jejak Energi di Daerah: Ketika Migas Tak Sekadar Mengalirkan Minyak, Tapi Kehidupan
Energi

Jejak Energi di Daerah: Ketika Migas Tak Sekadar Mengalirkan Minyak, Tapi Kehidupan

Ladang Migas
LADANG BARU : Ilustrasi eksploitasi ladang minyak beberapa waktu lalu.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pada sebuah desa yang dulu hanya dihubungkan jalan tanah berdebu, kini berdiri jalan beraspal yang menghubungkan warga ke pasar, sekolah, hingga rumah sakit. Truk-truk logistik hilir mudik, warung kecil tumbuh di pinggir jalan, dan anak-anak tak lagi harus berjalan jauh untuk bersekolah. Tak banyak yang tahu, perubahan itu berawal dari satu hal yakni aktivitas industri hulu minyak dan gas bumi (migas).

Industri ini kerap dipersepsikan jauh dari kehidupan masyarakat. Sumur-sumur minyak dianggap hanya milik perusahaan besar, sementara masyarakat sekitar seolah menjadi penonton. Namun di balik menara pengeboran dan pipa-pipa panjang, terdapat efek berlapis yang perlahan menggerakkan roda ekonomi daerah. Inilah yang disebut sebagai multiplier effect.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina, Rinto Pudyantoro, menjelaskan bahwa dampak industri hulu migas tidak hanya berhenti pada penerimaan negara. “Kalau dilihat secara komprehensif, dampaknya menjalar ke berbagai sektor, mulai dari tenaga kerja, infrastruktur, hingga ekonomi lokal,” ujarnya dalam sebuah forum edukasi media di Jakarta, belum lama ini.

Di Provinsi Riau misalnya, aliran dana dari sektor migas bukan angka kecil. Pada 2023, Dana Bagi Hasil (DBH) migas mencapai Rp3,6 triliun, ditambah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) migas sebesar Rp3,9 triliun . Angka ini menjadi “bahan bakar” pembangunan daerah, dari pembangunan jalan, fasilitas publik, hingga layanan kesehatan.

Tantangan Komunikasi

Namun cerita migas tidak hanya soal angka. Ia hadir dalam bentuk peluang kerja bagi masyarakat lokal, keterlibatan usaha kecil dalam rantai pasok, hingga pembangunan fasilitas umum yang awalnya hanya untuk operasional industri. Jalan yang dibangun perusahaan, misalnya, kemudian menjadi akses utama masyarakat. Infrastruktur yang awalnya eksklusif berubah menjadi milik bersama.

Lebih jauh lagi, aktivitas hulu migas juga mendorong lahirnya industri turunan. Gas yang dihasilkan tidak hanya untuk ekspor, tetapi juga menghidupkan pembangkit listrik, pabrik pupuk, hingga industri manufaktur. Dari satu titik produksi, lahir banyak titik ekonomi baru.

Hanya saja, tidak semua cerita berjalan mulus. Di sejumlah daerah, masih muncul anggapan bahwa kehadiran industri migas belum memberikan manfaat nyata. Ketimpangan persepsi ini sering kali muncul bukan karena tidak adanya dampak, melainkan karena dampak tersebut tidak selalu terlihat secara langsung atau tidak terkomunikasikan dengan baik.

Padahal, sebagaimana dijelaskan dalam kajian industri, manfaat terbesar justru sering datang secara tidak langsung, melalui perputaran ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, dan pembangunan jangka panjang .

Disaat tantangan penurunan produksi dan tuntutan transisi energi, industri hulu migas tetap menjadi tulang punggung penting bagi perekonomian Indonesia. Ia bukan sekadar tentang energi, tetapi tentang bagaimana energi itu mengalir, menjadi jalan, pekerjaan, pendidikan, dan harapan baru bagi masyarakat di sekitarnya.

Di desa itu, jalan yang kini ramai dilalui warga mungkin tak lagi dianggap istimewa. Namun bagi mereka yang mengingat masa lalu, jalan itu adalah bukti bahwa energi tidak hanya menggerakkan mesin, tetapi juga kehidupan./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ahmah Yani
Energi

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX:...

Panel Surya
Energi

Penyediaan Tenaga Surya Solusi Mahalnya Subsidi Energi Gas

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah diminta segera menetapkan kebijakan peralihan subsidi gas menuju...

Gas Elpiji
EnergiHEADLINE NEWS

Pemerintah Diminta Perbaiki Kebijakan Subsidi dan Transisi Energi

JAKARTA, Bisnistoday – Ruang fiskal yang kian menyempit memaksa Indonesia berhadapan dengan...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBAL

Konflik Saudi dan Houthi Berpotensi Ganggu Pasokan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi dan pejuang militan Houthi yang pro-Iran saling...