JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia telah menetapkan target untuk meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB menjadi 28% di 100 tahun kemerdekaannya. Pada tahun 2022, angka tersebut berada di 18,3%.
Indonesia berencana mengembangkan sektor manufakturnya dengan meningkatkan produktivitas dan kualitas, sambil memberlakukan pembatasan impor untuk meningkatkan proporsi bahan baku yang dipasok secara lokal.
Hal ini diperkirakan memerlukan investasi modal, seperti memperkenalkan teknologi canggih (dari Jepang) yang diproduksi di Indonesia dan mengimpor mesin manufaktur Jepang.
Manufacturing Indonesia
Manufacturing Indonesia adalah salah satu pameran terbesar di ASEAN yang didedikasikan untuk industri manufaktur. Dalam kesempatan ini, Jetro menyediakan Japan Pavilion dengan tujuan untuk memperluas jaringan penjualan bagi perusahaan Jepang yang sudah beroperasi di Indonesia, dan juga untuk mempromosikan ekspor dari Jepang.
Dari 17 perusahaan yang berpartisipasi, 15 di antaranya adalah perusahaan Jepang yang memiliki basis di Indonesia, sementara dua perusahaan lainnya tidak memiliki basis di Indonesia.
Baca Juga : Survei JETRO: Perusahaan Jepang Nyatakan Keinginan Ekspansi
Selain itu, Jetro bertujuan untuk berkontribusi dalam meningkatkan tingkat pengadaan lokal baik bagi produsen Jepang maupun non-Jepang di Indonesia. Jetro juga berupaya meningkatkan kualitas produk di sektor manufaktur Indonesia dengan memperkenalkan teknologi canggih dari Jepang.
“Perusahaan Jepang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menyediakan layanan pemeliharaan pasca penjualan,” ujar Presiden Direktur Jetro Indonesia, Hirai Shinji di Jakarta, Rabu (3/12)
Pelayanan pemeliharaan menjadi keunggulan perusahaan Jepang. Satu perusahaan dapat menangani mulai dari desain dan konstruksi hingga pemeliharaan, bahkan konsultasi mengenai bahan produk.
Ada juga perusahaan yang berpartisipasi di Japan Pavilion yang menyediakan solusi untuk industri manufaktur dengan memanfaatkan AI dan IoT hingga sesi konsultasi gratis mengenai standar baru untuk pengolahan dan pembuangan limbah air.
“Mereka mengatasi masalah yang dihadapi di lokasi produksi, pengurangan biaya produksi, efektivitas produksi, meningkatkan kualitas, dan lainnya. Mereka juga menawarkan teknologi yang berkontribusi pada upaya perlindungan lingkungan, penghematan energi, dan netralitas karbon,” tutur Hirai
Sejak tahun 2024, Japan Pavilion diadakan dengan desain booth yang juga mencakup Tokyo Metropolitan Small and Medium Enterprise Support Centerdan Osaka Business Development Agency.
Pendekatan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Japan Pavilion tidak hanya mewadahi Jetro, tetapi Jepang secara keseluruhan.
“Kami akan terus memperkuat kehadiran Jepang, mendukung perusahaan Jepang yang memperluas bisnisnya ke Indonesia, dan dengan demikian berkontribusi pada kemajuan sektor manufaktur Indonesia,” pungkasnya./




