www.bisnistoday.co.id
Jumat , 24 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Kawali Sumsel Desak Pemprov Sumsel Lebih Peduli Lingkungan
NASIONAL & POLITIK

Kawali Sumsel Desak Pemprov Sumsel Lebih Peduli Lingkungan

PELESTARIAN LINGKUNGAN : Logo Kawali Indonesia Lestari, di Jakarta, kemarin. Kawal mendesak pemerintah hentikan kerusakan terumbu karang di Karimun Jawa.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pegiat lingkungan yang tergabung dalam Kawal Lingkungan Hidup (Kawali) Indonesia Lestari Sumatera Selatan (Kawali Sumsel) mendesak Gubernur Sumsel, Herman Deru untuk lebih memperhatikan pelestarian lingkungan. Kawali Sumsel melihat kepedulian Pemprov Sumsel dalam menjaga dan melindungi lingkungan masih rendah. 

“Diantara yang terlihat nyata adalah rencana pemindahan Kantor Gubernur di kawasan Keramasan Kertapati yang menurut kami tidak sejalan dengan perda mengenai tata ruang,” ungkap Ketua DPW KAWALI Sumsel Chandra Anugrah dalam keteranganya di Jakarta, Senin (6/6).

Disamping rencana dan sejumlah kebijakan yang mungkin melanggar aturan, Chandra juga melihat sisi pengawasan yang dilakukan pemerintahan HD&MY belum cukup maksimal. Seperti dalam tuntutan kami sebelumnya terkait pengawasan terhadap aktivitas pertambangan. 

Kawali Sumsel mencatat, Pemberian Proper Biru terhadap perusahaan perusak lingkungan yakni PT Bara Alam Utama dan PT Sriwijaya Bara Priharum, menjadi catatan buruk dalam pemerintahan ini. Rekomendasi yang diberikan oleh pemerintah daerah itu, seolah mengamini kerusakan lingkungan yang terjadi di Sumsel. 

“Sehingga kami Mewakili Masyarakat dan Pecinta Lingkungan meminta komitmen dan ketegasan Gubernur untuk mencabut Proper Biru kepada dua perusahaan itu sampai permasalahan lingkungan yang mereka lakukan selesai atau sanksi yang mereka terima dijalankan,” terang Chandra. 

Belum lagi, lanjut Chandra, korporasi yang kebal hukum seperti PT Musi Prima Coal dan kontraktornya PT Lematang Coal Lestari yang meskipun telah mendapat sejumlah sanksi, masih tetap beroperasi mengeruk ‘emas hitam’ dari Sumsel. 

“Atas dasar itulah, patut diduga telah terjadi mal administrasi dan politik sandera, karena Pemprov Sumsel terkesan diam dan tidak berbuat apapun menghadapi rusaknya lingkungan akibat berbagai aktivitas pertambangan ini,” tegasnya. 

Menurutnya, sampai saat ini, pemerintah provinsi dan Gubernur terlihat diam dan tidak bereaksi ataupun memberi respon terhadap aspirasi kami dan aspirasi kawan lain pegiat lingkungan yang terus memperjuangkan kelestarian lingkungan untuk masyarakat Sumsel. 

“Atas dasar itu pula, kami kawali Sumsel, memberikan nilai Raport Merah Dalam Kebijakan Lingkungan untuk kepemimpinan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

NasionalNASIONAL & POLITIK

Pahami Proses Pengurusan Kesesuaian Tata Ruang untuk Pengembangan Usaha

JAKARTA. Bisnistoday - Setiap pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya memerlukan izin Kesesuaian...

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah

PALANGKA RAYA, BisnisToday – Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya menggelar rapat koordinasi...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

BRI Life Berbagi Kebahagiaan Anak-Anak Yatim dan Dhuafa

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life mengadakan kegiatan berbagi berkah Ramadan...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

BUMN Mudik Gratis 2026, Akan Berangkatkan Lebih 100 Ribu Pemudik

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Pengaturan BUMN bersama BPI Danantara kembali menyelenggarakan Program...