www.bisnistoday.co.id
Selasa , 30 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Kebijakan Satu Peta Atasi Tumpang Tindih Pemanfaatan Lahan
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kebijakan Satu Peta Atasi Tumpang Tindih Pemanfaatan Lahan

KEBIJAKAN SATU PETA : Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama sejumlah menteri lainnya mengikuti ke rakor Kebijakan Satu Peta, di Jakarta, Selasa (4/10).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kebijakan Satu Peta di Jakarta, Selasa (4/10). Turut hadir Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Muh Aris Marfai.

Kebijakan Satu Peta merupakan kebijakan yang muncul karena adanya permasalahan tumpang tindih pemanfaatan ruang dan konflik agraria yang menghambat pembangunan infrastruktur dan upaya pemerataan ekonomi yang tengah dilakukan pemerintah di seluruh wilayah Indonesia.

“Kebijakan Satu Peta merupakan program yang bertujuan menciptakan satu standar referensi sebagai basis data geo-portal yang terunifikasi, akurat, dan akuntabel untuk mendukung percepatan berbagai pembangunan nasional yang sedang diupayakan pemerintah, termasuk proses pemulihan dari krisis pandemi Covid-19,” kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. 

Kebijakan ini dikoordinasikan oleh Kemenko Bidang Perekonomian dan Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai ketua pelaksana. Kegiatan utamanya meliputi kompilasi, integrasi, dan sinkronisasi terhadap informasi geospasial tematik dan berbagi data melalui jaringan informasi geospasial nasional (JIGN). 

Kementerian PUPR memiliki 16 layer informasi geospasial tematik yang akan diintegrasikan dalam Kebijakan Satu Peta. Tercatat ada 10 layer informasi yang sudah terintegrasi, sedangkan 6 layer informasi lainnya masih dalam proses verifikasi. 

Akselerasi Pelaksanaan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR mendukung penuh Kebijakan Satu Peta ini dan siap bekerja sama dengan Kemenko Bidang Perekonomian dan BIG untuk mengakselerasi pelaksanaan kebijakan ini. 

“Dengan adanya Kebijakan Satu Peta, semua kementerian dan lembaga memakai basic peta yang sama, sehingga sangat membantu dalam membuat kebijakan pembangunan. Sebagai user, kita harus patuh pada kebijakan satu peta ini. Jangan bikin peta sendiri-sendiri, itu membingungkan. Selain patuh, kita juga harus konsisten menyerahkan semua data kepada BIG untuk digunakan dalam satu peta ini,” pesan Menteri Basuki. 

Pada acara hari ini, Menteri Basuki juga mendampingi Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan Sistem Informasi Peta Indikatif Tumpang Tindih (SIPITTI). SIPITTI adalah sistem informasi pendukung keputusan dalam penyelesian ketidaksesuaian antar kebijakan tata ruang, kawasan hutan, izin, konsensi, hak atas tanah dan/atau hak pengelolaan yang berbasis WebGIS.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Hibah Tanah Lippo
Nasional

Pemerintah Terima Tanah Hibah untuk Tiga Juta Rumah dari Lippo Cikarang

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah menerima komitmen hibah lahan seluas 30 hektare dari...

Waka BPN
Nasional

Wamen ATR/Waka BPN: Pelayanan di Loket Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Kantah

BANDAR LAMPUG, Bisnistoday- Penguatan kualitas pelayanan menjadi salah satu fokus yang disampaikan...

Nasional

Gratis! Disnaker Bandung Gelar Job Fair 2026, Sediakan 2.595 Loker

BANDUNG, Bisnistoday - Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menyelenggarakan Virtual Job Fair 2026...

Irigasi Kab.Bogor
Nasional

Kementerian PU Lakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Sekunder di Kab. Bogor

BOGOR, Bisnistoday – Upaya memperkuat swasembada pangan terus dilakukan pemerintah dengan pembangunan...