www.bisnistoday.co.id
Senin , 28 September 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Kemendag Hadapi Tuduhan Antisubsidi Ekstrusi Aluminium
Sektor Riil

Kemendag Hadapi Tuduhan Antisubsidi Ekstrusi Aluminium

Aluminium Ekstrusi
PABRIK Tengah mengolah produk aluminium ekstrusi bellum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Departemen Perdagangan AS (United States Department of Commerce/USDOC) yang merupakan Otoritas AS telah mengirimkan kuesioner tambahan dalam penyelidikan antisubsidi atas impor produk ekstrusi aluminium asal Indonesia.

Terkait hal ini, Kementerian Perdagangan menggelar rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait di Jakarta, kemarin, untuk membahas jawaban Pemerintah Indonesia dalam menghadapi tuduhan antisubsidi produk ekstrusi aluminium Indonesia ke Amerika Serikat (AS) tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Budi Santoso menyebut, koordinasi ini penting dilakukan agar jawaban Pemerintah Indonesia dapat disusun berdasarkan informasi yang valid dan dapat diverifikasi kementerian/lembaga terkait. “Diharapkan rapat koordinasi ini dapat menghasilkan masukan agar ekspor ekstrusi aluminium Indonesia ke AS dapat terjaga dan ditingkatkan,” ujar Budi.

Sementara Direktur Pengamanan Perdagangan Natan Kambuno mengatakan, Direktorat Pengamanan Perdagangan berupaya agar Pemerintah Indonesia dapat terus bersikap kooperatif untuk memperoleh hasil terbaik dari penyelidikan antisubsidi ini.

Selain ekstrusi aluminium, saat ini Direktorat Pengamanan Perdagangan sedang menangani penyelidikan trade remedies dari AS yaitu penyelidikan antidumping dan antisubsidi produk matras dan udang asal Indonesia.

“Dengan bersikap kooperatif, Pemerintah Indonesia diharapkan dapat memperoleh hasil terbaik, khususnya dalam penyelidikan antisubsidi dari AS. Tujuannya, agar hubungan dagang Indonesia dengan negara mitra dapat terus terjaga dan dapat mendorong kinerja ekspor komoditas unggulan Indonesia,” tambah Natan.

Dalam lima tahun terakhir (2019—2023) ekspor aluminium Indonesia ke AS terus mengalami kenaikan. Ekspor komoditas ini ke AS hanya mengalami penurunan pada 2023 yaitu sebesar sebesar USD 102,23 juta atau turun 27 persen dibanding periode sebelumnya yang tercatat sebesar USD 139,15 juta.

Rapat koordinasi diikuti perwakilan Direktorat Fasilitas Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Peraturan Perpajakan I, dan Direktorat Peraturan Perpajakan II Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. Hadir juga perwakilan dari PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Asuransi Asei Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, PT Alfo Citra Abadi, serta PT Indal Aluminium Industri./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Perkuat Kepedulian dan Manfaat bagi Masyarakat, PTPN IV PalmCo gelar aksi donor darah. (Dok:PTPN)
Sektor Riil

Perkuat Kepedulian pada Masyarakat, PTPN IV PalmCo Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI), karyawan...

Harga Emas
Sektor Riil

Kerja Sama SICPA-Peruri Securink, Keamanan Produk EMASKU® Makin Terjamin

BANDUNG, Bisnistoday  -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat keamanan produk emas...

Usaha Mikro
Sektor Riil

Kisah Ketekunan Usaha Mikro Asal Klaten Membangun Bisnis Hingga Menembus Pasar Global

KLATEN, Bisnistoday - Cerita menembus pasar global tidak selalu berasal dari perusahaan...

Dr Nicolaas Warouw (kiri) dan Dr Andi Achdian seusai acara diskusi di Universitas Nasional, Rabu (26/8/2026) (foto: Adi)
Sektor Riil

Mencari Bentuk Baru Solidaritas Kelas Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan dunia kerja menghadirkan persoalan baru bagi politik kelas...