www.bisnistoday.co.id
Selasa , 8 September 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kemenko Perekonomian : Belasan Juta Masyarakat Indonesia Hidup dari Sawit
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kemenko Perekonomian : Belasan Juta Masyarakat Indonesia Hidup dari Sawit

DEPUTI BIDANG Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Mahmud di Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia menjadi salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Saat ini tercatat sekitar 16,3 juta hektare (ha) lahan kelapa sawit yang tersebar di 317 kabupaten dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Saat ini diperkirakan 16 juta masyarakat yang bergantung pada ekonomi kelapa sawit.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Mahmud mengatakan besarnya potensi sawit ini harus dikelola dengan baik. Pasalnya bukan hanya soal energi, kelapa sawit juga menyangkut hajat hidup masyarakat Indonesia. Untuk itu dibutuhkan percepatan peremajaan kelapa sawit rakyat untuk menjaga keberlanjutan produksi.

“Karena sawit adalah punya kita dan kebanggaan kita. Kita harus bersama-sama berupaya untuk mengedepankan sumber ekonomi rakyat. Sawit harus kita bela, bukan hanya soal diekspor lebih besar, tapi di dalam negeri sendiri harus dibela karena ada 16,2 juta rakyat yang bergantung dari sawit,” kata Musdalifah dalam paparannya di Seminar Nasional bertajuk Sawit Memerdekakan Rakyat Indonesia dari Kemiskinan yang diselenggarakan SAWITKITA.ID di Jakarta, Selasa (8/8).

Dia melanjutkan, luasnya sebaran lahan dan banyaknya rakyat yang bergantung pada ekonomi kelapa sawit ini harus terus dikelola sehingga tetap berkelanjutan. Apalagi menghadapi banyaknya tantangan, termasuk stigma negatif dari global tentang minyak sawit Indonesia, salah satunya terkait deforestasi.

Adaptasi Ekosistem Baru

Musdalifah tegas menyatakan Indonesia sejak 2011 sudah melakukan moratorium untuk melakukan deforestasi atau pembukaan lahan hutan baru untuk komoditas, termasuk untuk perkebunan sawit. Ia menilai ekosistem akan berubah dan muncul ekosistem yang baru. Indonesia harus terus beradaptasi dengan ekosistem yang baru tanpa harus merusak.

“Sawit tidak merusak. Namun negara lain terus menuding Indonesia merusak ekosistem lingkungan karena sawit. Sementara negara lain apakah tidak merusak ekosistemnya? Negara lain bisa merdeka dengan sumber daya alamnya, tapi mereka mengganggu kita yang punya sumber daya alam dan ekonomi dari alam, yang menjaga ekonomi rakyat. Sementara kita berupaya menghasilkan produk energi berkelanjutan,” tegas dia.

Ia memaklumi jika negara lain punya ketentuan atau regulasi tersendiri tentang lingkungan dan komoditas pangan ekspor. Seperti halnya EUDR dan regulasi 27 negara besar tidak bisa disalahkan karena setiap negara punya ketentuan masing-masing.

Demikian juga di Indonesia ada tujuh komoditas yang berupaya dikembangkan untuk menjadi ekspor dan mendukung ekonomi nasional. Di antaranya kakao, karet, kopi hingga kelapa sawit, namun semua semua berujung ke sawit. “Sasarannya ke sawit, karena sawit menjadi pesaing serius minyak nabati Eropa,” katanya.

Kedepankan Aspek Lingkungan

Musdalifah menekankan bahwa pemerintah Indonesia tetap berupaya semua komoditas tetap memperhatikan lingkungan dengan tidak melakukan deforestasi. Di antaranya dengan melakukan geo tagging atau pendataan lahan potensial. Namun sistem tersebut tetap menjadi rahasia kepemilikan negara sehingga tidak boleh untuk dibagikan ke semua negara.

“Indonesia berupaya agar perdagangan sawit tidak bertentangan dengan kebijakan Eropa (EU). Bahkan, pemerintah berupaya tidak lakukan deforestasi, sudah ada moratorium pengalihfungsian hutan primer dan gambut sejak 2011. Sudah tidak boleh lagi deforestasi. Kita berupaya untuk tidak lakukan deforestasi untuk menunjang komoditas global,” tekannya.

Saat ini menurut Musdalifah sudah ada 24 juta ton yang telah memiliki sertifikasi ISPO. Sementara, ada juga 9 juta ton yang sudah mengantongi sertifikat RSPO.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Garuda Indonesia
HEADLINE NEWS

Menhub Dudy Buka Kembali Operasional Bandara Soekarno Hatta Mulai Hari ini

TANGERANG, Bisnistoday  - Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang...

Deloitte
Ekonomi & Bisnis

Deloitte Berperan Penting Dalam Transformasi Bisnis Korporasi Berkelanjutan

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan regulasi di Indonesia berlangsung semakin cepat, khususnya di...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif di Forum APEC

GUANGZHOU, Bisnistoday - Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan rangkaian kebijakan pemerintah memperluas...

Penumpang Maskapai
HEADLINE NEWS

Prioritaskan Keselamatan, Penutupan Delapan Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau Diperpanjang

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengoperasian kembali bandara terdampak...