www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 Maret 2026
Home EKONOMI KemenKopUKM Ajak Mahasiswa ITB Jadi Enterpreneur Milenial
EKONOMIEkonomi Rakyat

KemenKopUKM Ajak Mahasiswa ITB Jadi Enterpreneur Milenial

MenKopUKM, Teten Masduki, saat menyampaikan Kuliah Umum dengan tema Kebijakan Pemerintah Bagi Pengembangan Kewirausahaan Millenial di ITB, Bandung, Senin (12/6)
Social Media

BANDUNG, Binsistoday – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengajak mahasiswa khususnya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menjadi entrepreneur milenial. Ini dilakukan sebagai salah upaya mengakselerasi Indonesia menjadi negara maju.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki mengatakan untuk menjadi negara maju salah satu syaratnya yaitu rasio kewirausahaan minimal 4 persen dari total penduduk suatu negara. Tingkat rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan lainnya yang sudah berada di atas 4 persen.

Teten mengatakan saat ini generasi muda khususnya lulusan perguruan tinggi perlu menjadi seorang job creator, bukan lagi menjadi job seeker. Untuk itu pemerintah menargetkan di tahun 2024 mendatang rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,95 persen dan penumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen.

“Kita ingin menyiapkan entrepreneur baru terutama dari kalangan terdidik salah satunya dari mahasiswa di kampus ITB. Kita ingin kampus menjadi inkubator, sehingga sejak mahasiswa sudah bisa dipersiapkan agar mereka punya rencana bisnis dan didampingi terus usahanya, sehingga begitu lulus sudah punya usaha,” tutur MenKopUKM, Teten Masduki, saat menyampaikan Kuliah Umum dengan tema Kebijakan Pemerintah Bagi Pengembangan Kewirausahaan Millenial di ITB, Bandung, Senin (12/6).

Dalam Kuliah Umum ini juga hadir Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah, Asisten Deputi Pengembangan Ekosistem Bisnis Irwansyah Putra, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Jaka Sembiring, Ketua Prodi Sarjana Kewirausahaan SBM ITB Sonny Rustiadi, dan Sekretaris Senat Akademik ITB Wawan Dhewanto.

Teten mengatakan pelaku UMKM khususnya dari kalangan terdidik harus mulai merintis usaha dengan berbasis potensi domestik dan berbasis teknologi. Dengan dua modal dasar ini akan menjadikan produk UMKM yang diciptakan lebih memiliki daya saing yang tinggi. Terlebih jika produknya berdasarkan hasil riset dan pengembangan.

“Kalau mau memulai bisnis semua harus berbasis digital mulai dari pencatatan hingga proses produksi, semua perlu didigitalisasikan karena dalam perkembangannya bukan lagi aset tapi rekam jejak digital usaha. Jadi semakin sehat akan semakin mudah mendapatkan modal usaha,” kata Teten.

Untuk mengakselerasi peningkatan rasio kewirausahaan ini, Teten menyatakan bahwa pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Dengan Perpres 2/2022 pemerintah berusaha memperbesar dukungan bagi para wirausaha muda.

Bentuk dukungan ini meliputi akses pasar dengan program pengadaan barang/jasa pemerintah dan BUMN, memfasilitasi lokasi usaha di area komersial pada infrastruktur publik, kemudahan akses pembiayaan, pendaftaran dan perizinan usaha secara online melalui OSS (online single submission).

Selanjutnya pemerintah juga menyediakan program pendampingan dan pengembangan usaha melalui inkubasi bisnis, di mana salah satunya dengan melibatkan perguruan tinggi.

Selain itu disiapkan juga program insentif untuk mempercepat pengembangan kewirausahaan nasional, antara lain berupa keringanan dalam hal perpajakan dan subsidi bunga pinjaman pada kredit program pemerintah.

“Kita punya program Enterpreneur Hub dimana nanti kita akan koneksikan dengan market dan pembiayaan bagi mahasiswa yang ingin berusaha. Jadi sekarang ini untuk menjadi pengusaha ini kita permudah agar mereka tidak lagi menjadi pekerja informal lagi,” kata Teten.

Prodi Khusus Kewirausahaan

Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Jaka Sembiring mengungkapkan bahwa ITB saat ini memiliki prodi khusus Kewirausahaan. Sebagai prodi yang terbilang baru diharapkan bisa turut membantu pencapaian target rasio kewirausahaan yang ditetapkan pemerintah.

“Pengembangan kewirausahaan akan terus kita lakukan demi kemajuan bangsa sebab kewirausahan menjadi kunci untuk memajukan perekonomian nasional terutama dalam penciptaan lapangan kerja,” kata Jaka.

Dia sepakat bahwa UMKM menjadi kunci utama bagi ketahanan perekonomian nasional. Pada saat krisis moneter 1998 UMKM menjadi penyelamat ekonomi nasional.

Untuk itu ITB memastikan akan fokus dalam membina dan mendampingi para mahasiswanya agar mulai berwirausaha dengan berbasis teknologi.

“Untuk itu pendidikan kewirausahaan menjadi sangat penting agar terus meningkatkan daya saing di tingkat global. Kita akan terus mendorong UMKM dan kewirausahaan yang kita dampingi harus melibatkan sains dan teknologi,” kata Jaka./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Kopdes Merah Putih
Ekonomi Rakyat

Dana Desa Dipangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pengamat Usul Realokasi Subsidi KUR

JAKARTA. Bisnitoday - Kebijakan pemerintah yang memangkas Dana Desa untuk mendukung pembangunan...

Serangan Iran
EKONOMI

Berapa Lama Israel dapat Bertahan Perang Melawan Iran?

JAKARTA-Bisnistoday: Para pengamat memprediksi perang AS-Israel melawan Iran bakal berkepanjangan. Menurut Presiden...

Kapal Tanker
EKONOMIEnergi

Perang Timur Tengah, Pertamina Lakukan Mitigasi Operasional dan Perlindungan Keselamatan Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Di tengah dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan Timur...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Temui Menkop, APKLI Adukan Dampak Ekspansi Ritel Modern

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun  menemui...