www.bisnistoday.co.id
Rabu , 24 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Keterlibatan Kampus dalam Program MBG Tidak Melulu Soal Pendirian Dapur SPPG
Nasional

Keterlibatan Kampus dalam Program MBG Tidak Melulu Soal Pendirian Dapur SPPG

MBG
Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Prof Darsono
Social Media

SEMARANG ,Bisnistoday – Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Prof Darsono mengatakan, keterlibatan kampus dalam mendukung salah satu program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tak melulu soal pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG.

Darsono menilai, kampus sebagai bagian dari laboratorium akademik seharusnya dapat ambil bagian dalam memberikan evaluasi, konsultasi maupun audit terhadap program MBG yang sudah berjalan.

“Mendirikan dapur MBG bukan menjadi satu-satunya jalan untuk mendukung program ini, ada cara lain yang lebih pas dan sesuai dengan karakteristik akademik kampus,” kata Darsono, Jumat (8/5), di sela-sela acara anjangsana di Universitas Semarang (USM).

Baca Juga:Perlu Audit secara Nasional Seluruh Dapur MBG

Menurutnya, perguruan tinggi harus bisa menjaga marwah dan fungsi utamanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

Dia menjelaskan, perguruan tinggi dapat menjadi pusat pengembangan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, ketiga prinsip tersebut tidak boleh ditinggalkan, selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Berkaca pada instruksi badan gizi nasional yang mengharuskan keterlibatan kampus pada program MBG, Darsono menyatakan UMK secara tegas akan memposisikan diri sebagai evakuator program, ketika dilibatkan.

Dengan begitu, pihaknya dapat memberikan masukan, kajian dan intervensi ketika terjadi pengelolaan program MBG yang tidak sesuai prosedur.

Ia menjelaskan, program MBG bisa menjadi perwujudan pengabdian masyarakat yang dilakukan kampus. Akan tetapi, pengabdian itu tak seharusnya hanya pada pendirian dapur MBG.

Idealnya, peran kampus ketika ingin mendukung program MBG dapat mengambil peran yang berbeda. Tepatnya dalam memberikan asesmen atau evaluasi, menjadi penjamin mutu atau membantu investigasi jika terjadi kejadian luar biasa dalam program MBG.

Selain itu, menurutnya kampus juga bisa memberdayakan mahasiswa kuliah kerja nyata dalam melakukan kajian atau pengembangan program MBG sesuai kompetensi masing-masing.

Kehadiran kampus, kata Darsono, seharusnya bisa menjadi kontrol dan optimalisasi agar program MBG yang berjalan sesuai dengan harapan.

Meskipun UMK belum dilibatkan secara
resmi, Darsono menyatakan keterlibatan kampus dalam program MBG hanya sebatas pengembang ilmu pengetahuan.

“Kami belum dilibatkan secara langsung,
karena kami hanya menjadi pengamat dari luar. Ketika dilibatkan, UMK bisa berkontribusi dalam ranah akademiknya. Misalnya dengan program akademik, penerjunan mahasiswa KKN, pengembangan instrumen, evaluasi program, hingga studi keilmuan dan pengembangan program,” pungkasnya.
(Puri)

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wamen BPN
Nasional

Pengamanan Aset, Pemprov DKI Jakarta Beri Penghargaan Kementerian ATR/BPN

JAKARTA, Bisnistoday  - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo memberikan penghargaan kepada...

PLN ICON
Nasional

PLN Icon Plus SBU Sumbagsel Edukasi Lingkungan bagi Anak-anak Panti Asuhan Nurul Huda

PALEMBANG, Bisnistoday - PLN Icon Plus SBU Sumbagsel menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan...

Sertipikat Elektronik
Nasional

Warga Kab.Bogor Merasa Aman Dengan Sertipikat Elektronik

BOGOR, Bisnistoday - Masyarakat yang sudah beralih dan memiliki Sertipikat Elektronik mulai...

Menteri PU
Nasional

Ancaman El Nino, Menteri PU Siapkan Pasokan Air untuk Pangan Nasional

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi...