JAKARTA, Bisnistoday – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Luar Biasa telah digelar di Riyadh, Saudi Arabia, dengan melibatkan sebanyak 57 negara Islam. Dalam kesepakatan bersama hasil KTT OKI mendesak segera dilakukan gencatan senjata di Gaza, Palestina.
“Saat KTT saya menyampaikan secara jujur bahwa dunia seolah tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina. Sehingga, saya mengajak negara-negara anggota OKI untuk bersatu dan berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina,” ungkap Presiden Joko Widodo melalui keteranganya di Jakarta.
Presiden mengutarakan, genjatan senjata harus segera diwujudkan, bantuan kemanusiaan harus dipercepat dan diperbanyak, perundingan damai harus segera di mulai, fasilitas publik dan kegiatan kemanusiaan tidak boleh menjadi sasaran serangan dan Israel harus bertanggung jawab atas kekejaman yang telah dilakukan.
“Alhamdulilah, KTT OKI menghasilkan resolusi yang berisi pesan yang sangat kuat untuk dunia. Dan pesan inilah yang akan saya sampaikan kepada Presiden Biden esok hari. Dimana ini adalah suara dari 57 negara atau sekitar sepertiga suara negara di dunia,” ujar Jokowi dalam keteranganya.
Selain itu, menurut Presiden Jokowi, bahwa juga akan menyampaikan pesan dari Presiden Palestina, Mahmoud Abbas yang meminta dirinya secara khusus untuk menyampaikannya kepada Presiden Biden.
“Selain itu, saya juga ingin memberikan dukungan penuh untuk Menteri Luar Negeri Indonesia yang terpilih sebagai salah satu Menlu yang diberikan kepercayaan oleh para pemimpin OKI untuk mengupayakan perdamaian di Palestina,” terang Presiden Jokowi.
Sementara, terkait kondisi Rumah Sakit Indonesia di Palestina, Presiden Jokowi menambahkan, saat ini telah juga saya sampaikan baik saat di KTT dan saat pertemuan bilateral di sela-sela KTT, tentang pentingnya menghormati Hukum Humaniter Internasional.
“Dan saya ingin kembali tegaskan bahwa dari sejak awal terjadinya serangan, pemerintah telah dan akan terus berupaya untuk melindungi WNI serta fasilitas-fasilitas publik termasuk Rumah Sakit Indonesia.”/setpres/










































