www.bisnistoday.co.id
Jumat , 3 Juli 2026
Home EKONOMI Laba Bersih BNI pada Triwulan 1 Tahun 2022 Capai Rp3,96 Triliun
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Laba Bersih BNI pada Triwulan 1 Tahun 2022 Capai Rp3,96 Triliun

KINERJA BNI: Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengatakan, - Laba bersih PT Bank Tabungan Negara Tbk (BNI) pada triwulan pertama tahun 2022 mencapai Rp3,96 triliun atau naik 63,2 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Laba bersih PT Bank Tabungan Negara Tbk (BNI) pada triwulan pertama tahun 2022 mencapai Rp3,96 triliun atau naik 63,2 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Pencapain laba bersih ini didorong dari pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) yang tumbuh 7,3 persen (yoy) menjadi sebesar Rp8,5 triliun.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar dalam Public Expose di Jakarta, Selasa (26/4) mengatakan, pencapaian pendapatan operasional tersebut bahkan tertinggi yang pernah dihasilkan BNI, bahkan lebih tinggi dari pendapatan operasional sebelum pandemi Covid-19.

Selain itu, lanjutnya, upaya perbaikan kualitas kredit melalui pengawasan, penanganan, dan kebijakan yang efektif membuat biaya pencadangan kredit juga turun tajam sebesar 26,1 persen (yoy).

Total baki kredit yang disalurkan sepanjang triwulan pertama tahun 2022 tumbuh 5,8 persen (yoy) menjadi Rp 591,68 triliun, sehingga lebih tinggi dari kondisi sebelum pandemi.

Indikator kinerja positif lainnya terkait dengan kualitas aset, likuiditas, dan efisiensi juga semakin baik sehingga turut mendorong tercapainya pendapatan operasional yang lebih tinggi.

“Kami bersyukur BNI mampu mempertahankan kinerja yang solid pada awal tahun ini. Kinerja ini merupakan salah satu tanda dari pemulihan sekaligus pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada tahun ini,” ungkapnya.

Ke depan, Royke menegaskan BNI akan terus meningkatkan kinerja kredit dengan rentang pertumbuhan tujuh persen hingga 10 persen pada tahun ini.

Akselerasi kinerja ini akan sangat didukung oleh rencana penyaluran kredit lebih kuat dan berkualitas di semua segmen dan tren positif ekonomi makro seperti kegiatan ekonomi yang lebih terbuka, serta harga komoditas yang kuat.

“Dengan dampak penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang mereda maka geliat ekonomi ini pun akan terus mendorong peningkatan kualitas aset BNI,” katanya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Demam Piala Dunia di Bangladesh (dok: EFE/Mundo Deportivo)
EKONOMISport & Health

Bangladesh Kecipratan Cuan Piala Dunia

JAKARTA, Bisnistoday – Bangladesh memang tidak ikut serta di Piala Dunia 2026,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pengemudi Ojol Roda Dua Resmi Berstatus Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, Bisnistoday – Mulai 1 Juli 2026 pengemudi ojek online (ojol) roda...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Agrinas Palma Gandeng Pertamina Power, Reaktivasi Biodiesel dan Bangun Pabrik Bioetanol

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) gandeng PT Pertamina Power...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Masuk Sektor Strategis, Peluang Mahasiswa Berwirausaha

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi masa kini telah merambah berbagai sektor strategis, dari...