JAKARTA, Bisnistoday- Di tengah pandemik Covid 19, PT Satria Antaran Prima Tbk atau lebih dikenal sebagai SAP Express (Perseroan) tetap mengalami pertumbuhan usaha yang cukup baik. Hingga kuartal I-2020, SAP Express telah mencatat kenaikan pendapatan 29,19% atau sebesar Rp108,63 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya mencatat Rp84,08 miliar.
“Segmen eCommerce mengalami peningkatan karena banyak nya toko atau tempat belanja offline yang menutup usahanya karena kebijakan PSBB tersebut.”
Denny Parhan
Demikian juga dengan profitability, hingga Semester I – 2020, SAP Express tercatat membukukan kenaikan laba bersih 166,90% atau sebesar Rp11,36 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya mencatat laba bersih sebesar Rp4,26miliar.
Denny Parhan, Sekretaris Perusahaan PT Santria Antaran Prima Tbk (SAPX) mengatakan, semasa Pandemik dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), memang revenue Sap Express yang berasal dari segmen korporasi mengalami sedikit penurunan karena imbas dari banyak nya perusahaan-perusahaan yang memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH).
“Hal ini menyebabkan banyak kantor-kantor yang tidak beroperasi secara full sehingga secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi aktivitas pengiriman yang dilakukan oleh perusahaan perusahaan tersebut,” ungkap Denny Parhan, dalam keterangan pesnya di Jakarta, Rabu (22/7).
Meski begitu, untuk segmen lainnya, lanjut Denny, terutama segmen eCommerce mengalami peningkatan karena banyak nya toko atau tempat belanja offline yang menutup usahanya karena kebijakan PSBB tersebut. Tutup nya toko atau tempat belanja offline ini membuat masyarakat beralih untuk berbelanja secara online.
“Kenaikan puncak segmen eCommerce terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri dimana masyarakat banyak berbelanja online untuk kebutuhan Lebaran mereka,” paparnya.
SAP Express tetap optimis melangkah ke depan di tengah lesunya ekonomi karena pandemik Covid 19 sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui eCommerce yang melibatkan aktivitas pengiriman barang. Sebagai gambaran atas perkembangan dunia eCommerce yang pesat ini, Perseroan mengutip data yang dirilis oleh Statista Digital Market
Bisnis eCommerce
Menurut Denny Parhan, outlook hingga tahun 2022, penjualan eCommerce di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari AS$ 16,4miliar atau bertumbuh rata-rata sebesar 18% setiap tahunnya sejak 2018.
Selain aktif mendukung bisnis eCommerce, lanjut Denny, perseroan juga menawarkan jasa pengiriman dalam dan luar kota, jasa pengiriman internasional & kargo, jasa distribusi, mailing room dan lain lain, dengan pengiriman melalui moda transportasi darat, laut & udara.
“Layanan cash on delivery (COD) menjadi salah satu kekuatan utama Perseroan dalam peta persaingan antar sesama perusahaan jasa delivery lain. Dimana layanan jasa COD Perseroan saat ini sudah menjangkau hampir seluruh area di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan tagline “Sahabat Pengiriman” dan “Jagonya COD”, SAP Express menargetkan untuk menjadi sahabat bagi kebutuhan pengiriman di seluruh Indonesia dengan layanan non COD pada umumnya dan COD pada khusus nya ke seluruh area di Indonesia.
Diketahui, PT Satria Antaran Prima Tbk atau lebih dikenal sebagai SAP Express (Perseroan) merupakan perusahaan jasa pengiriman yang didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 2014, sejak itu SAP menandai dirinya di antara perusahaan Kurir Ekspres dan Logistik terkemuka di Indonesia. Saat ini, SAP Express memiliki jaringan pengiriman hampir ke seluruh destinasi di Indonesia.
Dalam perjalanan nya yang masih belia SAP Express tercatat sebagai pelopor kurir berbasis android dan salah satu perusahaan kurir pertama yang tercatat sebagai perusahaan publik pada 3 Oktober 2018.




