www.bisnistoday.co.id
Minggu , 10 Mei 2026
Home EKONOMI Lebih Dari 1 Juta Pelaku UMKM Telah Mengakses Aplikasi Lamikro
EKONOMIEkonomi Rakyat

Lebih Dari 1 Juta Pelaku UMKM Telah Mengakses Aplikasi Lamikro

Lebih dari satu juta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah mengakses aplikasi Lamikro
Social Media

BOGOR, Bisnistoday- Lebih dari satu juta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah mengakses aplikasi Laporan Akuntansi Usaha Mikro (Lamikro) yang diluncurkan Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2017 lalu. Namun, dari jumlah tersebut yang aktif menggunakan aplikasi itu baru sekitar 10.000-an.

Masih rendahnya pelaku UMKM yang aktif menggunakan aplikasi Lamikro lebih disebabkan oleh merebaknya kasus Covid 19 yang menyebabkan banyak pelaku UMKM menutup usahanya. Sementara UMKM yang tetap eksis dan naik kelas beralih menggunakan pembukuaan keuangan lain yang dianggap lebih cocok dengan usahanya.

Selain itu, kurangnya sosialisasi dan publikasi kepada pelaku UMKM terkait manfaat aplikasi Lamikro juga menjadi salah satu penyebab rendahnya pemanfaatan aplikasi tersebut.

Pejabat Fungsional PTP Ahli Madya KemenkopUKM Darmiati, Kabag Umum dan Keuangan Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro KemenKopUKM, Darmono

Hal tersebut terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) di Bogor, Sabtu (18/3). Dalam FGD ini menghadirkan nara sumber Founder PahamSEO Stanley, pakar dan praktisi UMKM Agus Yuliawan.

FGD dibuka secara resmi Pejabat Fungsional PTP Ahli Madya Darmiati, disaksikan Kabag Umum dan Keuangan Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro KemenKopUKM, Darmono.

Darmiati mengatakan, aplikasi Lamikro dirasakan sangat penting, karena selama ini pelaku usaha mikro belum memiliki tata kelola administrasi maupun laporan keungan secara baik sehingga kehadiran aplikasi tersebut dianggap memberi kemudahan bagi mereka.

Perlu diketahui bahwa Lamikro merupakan aplikasi pembukuan akuntansi sederhana untuk usaha mikro, kecil dan menengah yang bisa digunakan melalui smartphone dengan sistem operasi Android.

Aplikasi lamikro bisa diakses kapan saja dan di mana saja, Aplikasi ini dirancang untuk menjadi fleksibel dengan banyak pilihan berbasis pengguna. Hal tersebut akan beradaptasi dengan berbagai prosedur pengganggaran dan cukup kuat untuk menggantikan metode tradisional pencatatan manual.

Agus Yuliawan menyatakan, aplikasi Lamikro bisa menjadi solusi bagi problem klasik yang kerap dihadapi pelaku UMKM. Yaitu, masalah kelembagaan, permodalan, pemasaran, SDM, dan teknologi (IT).

“Pemerintah juga bisa mendapat big data para pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Bahkan, bisa membuat per kluster, yang bisa dimanfaatkan program pemerintah agar tepat sasaran,” ucap Agus.

Dengan menggunakan Lamikro, juga bisa memonitor perkembangan usaha, hingga membuat laporan keuangan lebih cepat. Oleh karena itu, Agus berharap para pelaku UMKM, termasuk usaha mikro, harus sudah masuk ke aplikasi digital dalam manajemen keuangan usahanya. “Sehingga, tata kelola usahanya bisa berjalan baik dan efektif,” tandas Agus.

Sangat Penting

Founder PahamSEO, Stanley mngungkapkan jumlah UMKM di tanah air saat ini mencapai 60 juta unit usaha. Para pelaku usaha mikro tersebut umumnya belum memiliki tata kelola administrasi maupun laporan keuangan. “Hal ini kerap menjadi menjadi hambatan bagi usaha mikro karena tidak bisa menghitung keuangan dengan baik, khususnya terkait arus kas,” kata dia.

Bagi usaha mikro, kata Stanley,  membuat laporan keuangan dianggap sulit dan merepotkan. Padahal, tata kelola keuangan sangat penting untuk mengetahui omzet harian maupun bulanan agar bisa melakukan perencanaan pengembangan usaha lebih lanjut.

Stanley mengatakan, pengembangan usaha dengan menggunakan aplikasi laporan keuangan akuntansi sudah sangat diharuskan. Sebab, dengan aplikasi semacam itu, usaha mikro dapat memonitoring aktivitas keuangan UKM mereka. “Aplikasi laporan keuangan akuntansi ini memungkinkan pengguna dapat membuat laporan keuangan dengan lebih cepat dan efisien,” paparnya.

Dengan pertimbangan kondisi riil tersebut, KemenKoUKM mengembangkan aplikasi yang disebut Lamikro untuk membantu pelaku usaha mikro membuat sistem laporan keuangan sederhana dan mudah digunakan.

Ia mengatakan, aplikasi ini dirancang fleksibel dengan banyak pilihan berbasis pengguna. Aplikasi ini juga mampu beradaptasi dengan berbagai prosedur penganggaran dan cukup kuat untuk menggantikan metode tradisional pencatatan manual.

Melalui aplikasi Lamikro, jelas Stanley, pelaku usaha mikro dapat menghitung arus kas, belanja, pendapatan dan laba secara mudah. Aplikasi Lamikro juga sudah memenuhi standar akutansi Entitas Mikro Kecil dan Menengah yan dikeluarkan Ikatan Akutansi Indonesia./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

KTT ASEAN 2026 di Cebu, Filipina. (dok: ASEAN.org)
ASEANEKONOMIEnergiGLOBAL

Antisipasi Dampak Perang Iran, ASEAN Siapkan Langkah Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - Para pemimpin ASEAN menyepakati sejumlah langkah yang bertujuan untuk...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop akan Buat Ketentuan Soal Rapat Anggota Tahunan

BANJARMASIN, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan memastikan koperasi melaksanakan kewajiban Rapat...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri Koperasi dan Habib Rizieq Sepakat Soal Kemandirian Ekonomi Umat

BOGOR, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren...

Pedagang di Arab Saydi (ilustrasi/unsplash/afiframdhansuma)
EKONOMIEnergiGLOBAL

Arab Saudi Mencatat Defisit Anggaran Rp585 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi mencatat defisit anggaran sebesar US$33,5 miliar (sekitar...