JAKARTA, Bisnistoday – Thalasemia masuk dalam golongan penyakit keturunan yang jarang sekali diketahui. Penderitanya harus mengikuti cuci darah seumur hidupnya. Sebab, hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkannya.
Penyakit kelainan darah ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Khususnya kabar pasangan yang batal menikah karena mengidap thalasemia. Konon, pernikahan tersebut dibatalkan karena pasangan pembawa sifat thalasemia berpotensi melahirkan anak thalasemia juga. Benarkah demikian?
Kenyataanya, thalasemia adalah kelainan darah yang diturunkan secara genetik atau faktor perkawinan. Penyebabnya karena ketidakmampuan sumsung tulang belakang kita membentuk protein yang berguna untuk memproduksi hemoglobin. Akibatnya terjadi kerusakan sel darah merah hingga penderita mengalami kurang darah.
Faktor Penyebab Thalasemia
Perlu diketahui, thalasemia dibedakan menjadi 3 jenis. Yaitu mayor, intermedia, dan minor. Pada penderita thalasemia mayor biasanya membutuhkan transfusi darah rutin 2-4 minggu sekali. Penderita thalasemia intermedia biasanya membutuhkan transfusi darah tidak rutin. Sementara, penderita thalasemia minor biasanya seperti orang normal secara fisik dan mentalnya.
Thalasemia diturunkan melalui perkawinan pasangan pembawa sifat. Kalau kedua orangtua pembawa gen minor, kemungkinan bayi menjadi membawa sifat pembawa sebesar 50%, sehat sempurna 25%, atau kemungkinan thalasemia mayor 25%.
Berbeda halnya kalau pasien thalasemia mayor menikah dengan orang sehat. Kemungkinan semua anaknya menjadi pembawa sifat. Makanya, untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan thalasemia, kita harus melakukan pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin.
Teknologi PGT-M Mencegah Thalasemia
Saat ini sudah ada teknologi modern sebagai pencegahannya. Mengingat belum ada obat untuk menyembuhkan thalasemia. Salah satunya dengan in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.
Mengapa harus bayi tabung? Pada rangkaian bayi tabung biasanya ada pemeriksaan Pre-Implantation Genetic for Monogenic disorder (PGT-M). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit keturunan sejak fase embrio.
Setelah mendapatkan embrio normal, proses PGT-M dilakukan dengan biopsi embrio. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 bulan untuk mendeteksi genetik embrio, termasuk thalasemia. Kalau tidak ditemukan kelainan genetik, embrio akan ditransfer ke rahim ibu. Sehingga bayi yang lahir dari rahim beresiko rendah thalasemia atau setidaknya terhindar dari thalasemia mayor.
Memilih Klinik Fertility untuk Tindakan PGT-M
IVF atau bayi tabung adalah salah satu program yang harus dilakukan oleh profesional. Untuk itu, pastikan memilih klinik fertilitas yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi, seperti Sunfert Fertility Center yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia.
Untuk informasi, Sunfert International Fertility Centre sudah menggunakan teknologi perawatan reproduksi terbaik di dunia untuk membantu pasien melahirkan bayi yang sehat. Menariknya lagi, pasien bisa mengikuti tindakan PGT-M di Sunfert juga.
Sunfert memiliki teknologi canggih yang memungkinkan diagnosisnya akurat. Untuk itu, pelayanan maupun fasilitas di Sunfert International Fertility Center sangat mendukung kesuburan.







































