TANGERANG, Bisnistoday – Pameran kontruksi terbesar di Indonesia, yakni Konstruksi Indonesia 2024 dibuka oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di ICE BSD, Tangerang, Rabu (6/11).
Turut disaksikan oleh Menteri PU, Doddy Hanggodo, serta Wamen PU, Diana Kusumastuti serta Ketua Lembag Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) serta pada perwakilan pelaku usaha kontruksi nasional.
“Konstruksi merupakan backbound infstruktur, sedangkan infrastruktur merupakan kunci pertumbuhan ekonomi,” ungkap Menko AHY di ICE BSD, dalam pembukaan Pameran Konstruksi Indonesia (KI) 2024, di Tangerang, Rabu (6/11).
AHY mengatakan, kabinet merah putih baru 15 hari bekerja, dan tentu sebagai Menko, juga tidak segan untuk belajar dengan para tokoh konstruksi nasional. “Kami akan berupaya balajar dengan cepat, sekaligus lebih mengenal bapak, ibu semua.”
Ia mengakui, bahwa pengembagan infrastruktur tidak mudah dilakukan, terlebih ditengah geopolitik yang kurang mendukung. Kabinet merah putih, akan melanjutkan segala yang sudah baik dilakukan kedepan. “Ini dilakukan dengan hasta cita, menjadi guide kita semua.”
Setidaknya ada tiga elemen mendasar sasara yang diwujudkan, yakni pertama, swasembada pangan, swasembada energi. Hal ini agar juga semakin kuat mendorong pertumbuhan ekonomi 8%. “Pertumbuhan tidak hanya dirasakan segelintir kelompok tertentu, tetapi berkelanjutan dan berkeadilan.”
Dirjen Bina Konstruksi, Kementerian PU, Abdul Muis mengatakan, Konstruksi Indonesia 2024 diharapkan mampu menjadi motivator industri jasa konstruksi nasional dapat bertumbuh berkualitas dan mampu beradaptasi. “Kegiantan KI 2024 telah dimulai Juni 2024 lalu, dengan mengusung sejumlah agenda utama.”
Abdul Muis menjelaskan, agenda pertama yakni workshop dan konferensi. Workshop digelar secara vareatif mengusung 23 tema. Kedua, pameran atau fair and expo. Kegiatan ini termasuk KI 2024, melibatkan 150 ribu pelaku usaha, dengan konten 80 persen berbobot produksi lokal, 10 persen UMKM serta 20 persen produk luar negeri. Produk asing ini memang masih dibutuhkan, karena belum bisa dipenuhi oleh produsen lokal.
“Dan ketiga, adalah malam penghargaan konstruksi 2024, dengan memberikan apresiasi kepada pemda, serta pelaku usaha konstruksi. Begitupun, kampanye gerakan bangga buatan nasional dan bangga wisata Indonesia serta loma foto dan video.”/