NEW YORK, Bisnistoday – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengawali pidatonya di Pertemuan Koordinasi OKI Tahunan Tingkat Menteri, di Markas Besar PBB, New York, baru-baru ini. Retno dalam sambutannya menyatakan, bahwa negara-negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) harus menjadi teladan dalam mendukung pengakuan terhadap Negara Palestina.
Selain itu, Menlu Retno menekankan negara-negara OKI untuk memanfaatkan pengaruh yang dimiliki. Pertama, untuk meningkatkan jumlah negara yang mengakui Palestina, dan mendorong implementasi efektif dari Resolusi Majelis Umum PBB ES-10/24, yang menuntut Israel untuk mengakhiri kehadiran ilegalnya di Wilayah Pendudukan Palestina.
Demikian apabila diimplementasikan, Resolusi ES-10/24 akan menjadi satu langkah maju dalam merealisasikan Negara Palestina. Hal tersebut harus didorong agar negara-negara OKI juga mendorong pelaksanaan resolusi tersebut.
“Resolusi ini akan menjadi panduan negara-negara dalam mendorong pemenuhan hak-hak Palestina, oleh sebab itu, negara- negara OKI harus memberikan dukungan politik kepada Sekjen PBB untuk melaksanakan, melaporkan, dan memonitor implementasi dari Resolusi tersebut,” lanjut Menlu Retno. Ia mengutarakan, OKI merupakan keluarga besar dan perlunya peran negara-negara OKI untuk saling membantu.
Seperti diketahui, OKI dibentuk pada tahun 1969 dengan tujuan meningkatkan solidaritas Islam di antara negara anggota, mendukung perdamaian dan keamanan internasional, melindungi tempat-tempat suci Islam, dan membantu perjuangan pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. OKI terdiri dari 57 negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas Muslim./


