JAKARTA, Bisnistoday – Memasuki akhir pekan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang konsolidasi.
Tim Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan, pada perdagangan Jumat (7/2), IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi, dengan rentang perdagangan di level 6,842 hingga 6,913. Support di level 6,800.
Sedangkan, pada perdagangan kemarin, IHSG mencatat penurunan terbesar dalam lebih dari empat bulan, anjlok 2,1% dan ditutup pada 6.875,5, level terendah sejak Juni tahun lalu.
Beberapa saham perbankan berkapitalisasi besar mengalami penurunan tajam, termasuk BMRI, BBRI, dan BBCA, yang masing-masing turun 7,7%, 4,1%, dan 1,9%. Saham unggulan lainnya di luar sektor perbankan juga melemah signifikan, dengan ASII dan TLKM masing-masing turun 4,0% dan 2,3%.
Pasar bereaksi negatif terhadap rilis laporan keuangan BMRI untuk 4Q24, yang menunjukkan penurunan tajam secara kuartalan sebesar 11% QoQ, serta kondisi likuiditas yang semakin ketat, sebagaimana tercermin dalam rasio loan to deposit ratio (LDR) yang naik menjadi 98% (vs. 86% pada 4Q23), membatasi ruang pertumbuhan kredit ke depan.
Hingga 5 Februari 2025, investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar IDR 956 miliar. Selain itu, data PDB Indonesia yang dirilis kemarin menunjukkan pertumbuhan yang stabil tetapi masih lesu, melambat menjadi 5,03% YoY pada 2024 (vs. 5,03% pada 2023), lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,2%.
Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mencapai target pertumbuhan yang sama tahun ini di tengah ketidakpastian global, perlambatan ekonomi Tiongkok, kebijakan perdagan
Rekomendasi Saham :
Saham BREN : buy on weakness, Support : 8,525, Resistance : 9,050, Target price : 9,650 (+9.9%), Cut loss : 8,200
Saham CLEO : buy on weakness, Support : 1,430, Resistance : 1,490, Target price :1,500 (+4.1%), Cut loss : 1,400
Saham PNLF : trading buy, Support : 390, Resistance : 410, Target price : 454 (+15.2%), Cut loss : 386./




