www.bisnistoday.co.id
Senin , 22 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Neraca Perdagangan Tercatat Tetap Surplus
HEADLINE NEWS

Neraca Perdagangan Tercatat Tetap Surplus

PELABUHAN PRIOK
TRUK bermuatan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar USD 4,47 miliar pada Maret 2024. Surplus perdagangan Indonesia periode ini melanjutkan tren surplus secara beruntun untuk 47 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, baru-baru ini di Jakarta.

Tercatat juga, sejumlah negara tujuan ekspor memperlihatkan adanya penurunan. Penyumbang defisit perdagangan terdalam adalah Singapura, Australia, Thailand, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Sedangkan, negara-negara mitra dagang seperti Amerika Serikat (AS), India, Filipina, Jepang, dan Belanda sebagai penopang ekspor per Maret 2024.

“Surplus neraca perdagangan di Maret 2024 lebih tinggi dari surplus bulan sebelumnya yang hanya mencapai USD 0,83 miliar dan bulan yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar USD 2,83 miliar. Peningkatan surplus perdagangan ini didorong surplus nonmigas sebesar USD 6,51 miliar dan defisit migas USD 2,04 miliar,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, negara-negara mitra dagang seperti Amerika Serikat (AS), India, Filipina, Jepang, dan Belanda menyumbang surplus perdagangan terbesar selama Maret 2024 yang totalnya mencapai USD 4,58 miliar. Sedangkan, penyumbang defisit perdagangan terdalam adalah Singapura, Australia, Thailand, Arab Saudi, dan Korea Selatan yang totalnya mencapai USD 1,56 miliar.

Secara kumulatif, neraca perdagangan selama periode Januari–Maret 2024 surplus sebesar USD 7,31 miliar. Surplus perdagangan Januari–Maret 2024 terdiri atas surplus nonmigas USD 12,41 miliar dan defisit migas USD 5,10 miliar. Capaian surplus kumulatif tersebut lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 12,11 miliar.

Kinerja Ekspor Membaik

Mendag menyatakan, kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2024 mencapai USD 22,43 miliar. Nilai ekspor ini menguat 16,40 persen dibanding bulan lalu (MoM) walaupun menurun 4,19 persen dibanding Maret tahun sebelumnya (YoY). Peningkatan nilai ekspor pada Maret 2024 tersebut didorong peningkatan ekspor nonmigas sebesar 17,12 persen dan migas 5,62 persen dibandingkan Februari 2024 (MoM).

“Kinerja ekspor nonmigas Maret 2024 secara bulanan terbilang baik karena mencatatkan pertumbuhan positif pada seluruh sektor. Pada bulan Maret ini, ekspor sektor industri pengolahan naik signifikan sebesar 21,45 persen, ekspor sektor pertanian naik 16,08 persen, dan sektor pertambangan naik 2,45 persen (MoM),” ujar Mendag.

“Peningkatan harga beberapa komoditas andalan Indonesia di pasar internasional seperti emas, minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan kakao turut mendongkrak ekspor nonmigas Indonesia di bulan Maret 2024,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Beberapa produk utama ekspor nonmigas dengan peningkatan signifikan pada Maret 2024, di antaranya, logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) yang melonjak 206,58 persen, barang dari besi dan baja (HS 73) naik 58,80 persen, tembakau dan rokok (HS 24) naik 28,28 persen, besi dan baja (HS 72) naik 27,06 persen, serta kakao dan olahannya (HS 18) naik 26,41 persen (MoM).

Pasar Utama Ekspor

Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Tiongkok, AS, dan India menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2024 sebesar USD 8,72 miliar dengan kontribusi sebesar 41,22 persen terhadap ekspor nonmigas nasional. Peningkatan kinerja ekspor nonmigas Indonesia di Maret ini (MoM) didorong naiknya permintaan dari sejumlah negara mitra dagang seperti Swiss (257,58 persen), Singapura (72,26 persen), Kamboja (71,96 persen), Arab Saudi (64,01 persen), dan Bangladesh (63,67 persen).

Di sisi lain, ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa negara justru turun (MoM). Penurunan terjadi untuk ekspor ke Spanyol (40,31 persen), Jerman (26,96 persen), dan Thailand (0,05 persen).

Ditinjau dari kawasannya, peningkatan ekspor nonmigas Indonesia (MoM) terjadi ke Asia Tengah (144,63 persen), Karibia (119,42 persen), Afrika Barat (56,82 persen), Eropa Timur (47,53 persen), dan Eropa Barat (40,13 persen). Sementara itu, beberapa kawasan tujuan ekspor justru menunjukkan penurunan ekspor nonmigas yang signifikan (MoM), antara lain, Afrika Timur (22,67 persen), Eropa Selatan (14,71 persen), dan Eropa Utara (14,02 persen).

“Ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa kawasan seperti Asia Tengah, Karibia, Afrika Barat, dan Eropa Timur meningkat signifikan pada Maret 2024. Hal ini menunjukkan bahwa pasar nontradisional memiliki potensi untuk peningkatan ekspor nonmigas bagi Indonesia. Kementerian Perdagangan terus berupaya untuk memperluas jangkauan pasar ekspor ke pasar-pasar nontradisional dengan sejumlah terobosan,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Secara kumulatif, total nilai ekspor sepanjang periode Januari–Maret 2024 mencapai USD 62,20 miliar atau turun sebesar 7,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ekspor tersebut akibat melemahnya ekspor nonmigas sebesar 7,53 persen dan migas yang turun 2,81 persen (YoY) sejalan dengan lemahnya permintaan dari negara mitra dagang Indonesia dan perlambatan perdagangan global yang masih berlangsung. /

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menaker Yassierli : Pekerja Mesti Menyikapi Tantangan Dunia Kerja Baru

BANDUNG, Bisnistoday - Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi...

Penumpang KA
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Diskon Tarif Transportasi Diterapkan Selama Periode Libur Sekolah 2026

JAKARTA,Bisnistoday - Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk menjaga daya...

HEADLINE NEWS

Explore The Jungle Sulap Mal Ciputra Jakarta Jadi Hutan Edukatif Selama Libur Sekolah

JAKARTA, Bisnistoday — Destinasi edukatif baru bertajuk Explore The Jungle hadir di...

Bendungan Way Apu
HEADLINE NEWS

Bendungan Way Apu Capai 86,91 Persen, Dukung Swasembada Pangan di Maluku

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) percepat pembangunan Bendungan Way Apu...