www.bisnistoday.co.id
Selasa , 19 Mei 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora NTT Jadi Teladan Nasional, Penguatan Karakter Sekolah Melampaui Target
Humaniora

NTT Jadi Teladan Nasional, Penguatan Karakter Sekolah Melampaui Target

Pendidikan Karakter
Social Media

KUPANG, Bisnistoday– Upaya penguatan karakter di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat capaian membanggakan. Lebih dari 20 persen dari total 14.800 sekolah di provinsi ini telah berhasil mengimplementasikan program penguatan karakter, melampaui target pengimbasan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, Irfan Karim, menyebut pencapaian ini sebagai wujud nyata komitmen daerah terhadap cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

“Kami menempatkan penguatan karakter sebagai prioritas utama. Pembentukan karakter yang kuat adalah fondasi menghadapi tantangan global dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujar Irfan di Kupang.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar gerakan ini tak berhenti pada angka, melainkan tumbuh menjadi budaya yang hidup di setiap lini kehidupan.

Karakter Dimulai dari Rumah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, turut menegaskan bahwa pembentukan karakter anak harus dimulai sejak usia dini, bahkan sebelum mereka masuk sekolah.

“Kalau membuat mobil, konstruksinya harus benar sejak awal. Kalau dari hulu sudah salah, kami di SMA/SMK sulit memperbaiki,” ujarnya dalam kegiatan Fasilitasi dan Advokasi Kebijakan Penguatan Karakter di Kupang.

Ia juga mengingatkan bahwa keluarga berperan besar dalam membentuk nilai dasar anak, bukan hanya sekolah. “Kalau guru menetapkan jam belajar pukul tujuh malam, jangan justru anak disuruh ke kios. Dukungan keluarga sangat penting,” tambahnya.

Ambrosius memperkenalkan konsep jam belajar masyarakat, di mana aktivitas lingkungan seperti musik atau keramaian dihentikan sementara agar anak-anak bisa belajar dengan tenang. “Orang bisa pintar, tapi kalau tidak jujur, tidak ada gunanya. Sebaliknya, orang jujur bisa dilatih kemampuan teknisnya,” katanya menegaskan.

Sekolah di Kupang Jadi Inspirasi Nasional

Kisah inspiratif datang dari SD Inpres Noelbaki di Kabupaten Kupang. Kepala sekolah Novi Adriana Riwu berhasil mengintegrasikan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ke dalam rutinitas siswa, termasuk kebiasaan sederhana seperti tidur lebih awal dan bangun pagi.

“Awalnya kami pikir itu urusan keluarga, bukan sekolah. Tapi setelah sadar bahwa ini bagian dari penguatan karakter, kami mulai bergerak,” tutur Novi.

Sekolah ini juga meluncurkan Satgas Sahabat Sekolah Dasar, yang beranggotakan lima siswa kelas empat dan lima sebagai duta karakter. Mereka menggerakkan teman sebaya sekaligus mengampanyekan kebiasaan baik kepada orang tua.

“Menariknya, ketika kampanye datang dari anak-anak, respons orang tua jauh lebih kuat dibandingkan dari guru,” ungkap Novi.

Inovasi ini mengantarkan SD Inpres Noelbaki menjadi juara nasional dalam kompetisi praktik baik pendidikan karakter—sebuah pengakuan atas peran sekolah kecil di Kupang dalam membentuk generasi berakhlak mulia.

Media Jadi Pilar Keempat Pendidikan

Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, menyebut keberhasilan NTT sebagai contoh bahwa pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri.

“Kalau dulu kita bicara Tri Pusat Pendidikan—sekolah, keluarga, dan masyarakat—kini kita tambahkan satu pilar penting: media. Kehadiran media sangat menentukan untuk membanjiri ruang publik dengan hal-hal positif,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan NTT bukan hanya soal angka, tapi juga refleksi tentang pentingnya menjaga warisan nilai. “Generasi emas tidak lahir dari kecerdasan semata, tetapi dari karakter yang ditempa setiap hari,” tegas Rusprita./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Terowongan yang Ditemukan Para Arkeolog di Yerusalem (dok: Israel Antiquities Authority)
GLOBALHumaniora

Arkeolog Temukan Terowongan Kuno Misterius di Yerusalem

JAKARTA, Bisnistoday – Sebuah terowongan misterius belum lama ini ditemukan di bawah...

Humaniora

Yayasan Rawamangun Mendidik Gelar Bedah Buku Karya Andre Donas di PDS HB Jassin.

JAKARTA, Bisnistoday – Yayasan Rawamangun Mendidik mempertegas komitmennya dalam memajukan literasi dan...

Anak-anak di Uganda (dok: Unsplash/Jeff Ackley)
GLOBALHumaniora

Wabah Ebola Merebak di Kongo dan Uganda

JAKARTA, Bisnistoday - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola merebak di...

Peserta Kirab
Humaniora

345 Petugas Kebersihan Disiagakan untuk Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026

BANDUNG, Bisnistoday -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiagakan 345 personel kebersihan...