www.bisnistoday.co.id
Senin , 24 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Global Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed, IHSG Menguat
Bursa

Pasar Global Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed, IHSG Menguat

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pasar keuangan global tengah menanti keputusan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 17 September 2025. Investor memperkirakan The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan, Federal Funds Rate (FFR), sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun bergerak positif. Pada perdagangan awal pekan, IHSG menguat 1,1% ke level 7.937,1, didorong masuknya dana asing sebesar Rp1,05 triliun—terbesar dalam 13 hari terakhir. Saham BRMS dan BBCA menjadi incaran investor asing dengan net inflows masing-masing Rp308 miliar dan Rp219 miliar.

Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan aliran modal asing menunjukkan kepercayaan pasar mulai pulih.

“Pasar secara luas mengantisipasi penurunan suku bunga The Fed. Berdasarkan indikator CME FedWatch, probabilitas pemangkasan 25 bps pada 17 September mencapai 96,4%,” jelas Rully.

Ia menambahkan, Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan menahan suku bunga acuan di level 5,0% pada Rapat Dewan Gubernur pekan ini.

“BI sudah cukup agresif memangkas suku bunga sebesar 125 bps sejak September 2024 hingga Agustus 2025. Jadi ruang pelonggaran tambahan saat ini terbatas,” ujarnya.

Ekspektasi pemangkasan FFR didorong oleh melemahnya pasar tenaga kerja AS. Data non-farm payrolls (NFP) hanya bertambah 22.000 pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi 75.000. Tingkat pengangguran pun meningkat ke 4,3%, tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.

Namun, di sisi lain, inflasi IHK AS naik ke 2,9% (yoy) pada Agustus, tertinggi dalam delapan bulan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran stagflasi—kombinasi inflasi tinggi dan kenaikan pengangguran.

Rully menilai tren melemahnya dolar AS dapat berlanjut, meski rupiah tetap tertekan akibat faktor politik domestik.“Ancaman stagflasi di AS bersamaan dengan ketidakstabilan politik di dalam negeri membuat rupiah masih rentan. BI diperkirakan tetap menahan suku bunga sebagai langkah menjaga stabilitas,” paparnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...