www.bisnistoday.co.id
Kamis , 2 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Masih Khawatirkan Kejatuhan SVB, IHSG Merosot Tajam
BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Pasar Masih Khawatirkan Kejatuhan SVB, IHSG Merosot Tajam

IHSG MELEMAH dipengaruhi tekanan jual saham sektor properti.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (14/3) ditutup melemah 145,15 poin ke posisi 6.641,8. Sementara indeks LQ45 turun 2,39 persen ke posisi 917,3.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulsannya di Jakarta, Selasa (14/3) menyebutkan, kejatuhan Silicon Valley Bank (SVB) masih menjadi perhatian pasar sehingga mendorong pelaku pasar berhati-hati di tengah kekhawatiran akan berdampak risiko sistemik keuangan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengatakan tindakan cepat pemerintah untuk memastikan deposan dapat mengakses dana mereka, terkait runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB).

Di sisi lain, pasar tampaknya berspekulasi atas runtuhnya SVB Bank membuat The Fed akan memperlambat kenaikan suku bunganya agar mengurangi potensi terjadinya krisis keuangan dan ekonomi yang lebih luas.

Selain itu, pasar juga menanti laporan data inflasi AS yang tentunya akan menjadi pertimbangan The Fed sehubungan suku bunga acuannya.

Dibuka melemah, IHSG cenderung bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan sebelas Indeks Sektoral IDX-IC, semua sektor melemah di mana sektor transportasi dan logistik paling dalam sebesar 3,93 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor energi yang turun masing-masing 3,07 persen dan 2,94 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MTSM, CUAN, SDMU, FORU dan AYLS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SRTG, BSML, MTWI, MEDC, dan SCMA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.318.088 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,49 miliar lembar saham senilai Rp11,52 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 478 saham menurun, dan 146 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 611,00 poin atau 2,20 persen ke 27.222,0, indeks Hang Seng melemah 448,01 poin atau 2,27 persen ke 19.247,9, indeks Shanghai melemah 23,39 poin atau 0,72 persen ke 3.245,3, dan indeks Strait Times melemah 4,64 poin atau 0,15 persen ke 3.127,7.

Rupiah Melemah

Sementara itu nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  ditutup menurun delapan poin atau 0,06 persen ke posisi Rp15.385 per dolar AS dibandingkan posisip ada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.377 per dolar AS.

Pasar global juga masih akan menunggu rilis data inflasi AS nanti malam. Laporan inflasi utama AS akan dirilis pada Selasa, yang dapat menambah teka-teki bank sentral AS atau The Fed tentang apakah harus tetap pada jalur kenaikan suku bunga untuk menjinakkan tekanan harga yang terus-menerus, atau untuk menahan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut guna memberi sistem perbankan beberapa ruang bernafas./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Tambang Nikel
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Benahi Tata Kelola, Keberadaan SDA Melimpah Bukan Jaminan Rakyat Sejahtera

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia diyakini merupakan salah satu negeri yang kaya akan...

Nadiem Makarim dinyatakan bersalah atas penyalahgunaan wewenang dalam proyek pengadaan digitalisasi sekolah berupa Chromebook dan manajemen perangkatnya
HEADLINE NEWS

Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara

JAKARTA, Bisnistoday - Langkah hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,...

Pekerja Pabrik
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

“Stakeholders” Industri Berkumpul Cari Solusi Atasi Krisis Gas

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah...