www.bisnistoday.co.id
Senin , 11 Mei 2026
Home EKONOMI Pemerintah Perlu Perkuat Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Riil
EKONOMISektor Riil

Pemerintah Perlu Perkuat Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Riil

Di tengah era digitalisasi, pemerintah perlu memperkuat penyerapan tenaga kerja di sektor riil
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Di tengah era digitalisasi, pemerintah perlu memperkuat penyerapan tenaga kerja di sektor riil. Di tengah tresn digitalisasi, pola kerja sudah berubah dan digitalisasi menjadi satu hal yang biasa.

“Oleh karenanya, peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia untuk dapat merespons cepat sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini dan mendatang, menjadi penting,” kata ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani dalam diskusi publik bertajuk “Tantangan Ekonomi di Tahun Politik di Jakarta, Kamis (02/3).

Ekonom Indef, Aviliani

Menurutnya, saat ini pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan lebih bukan karena dampak secara ekonomi tapi lebih karena digitalisasi. “Tugas pemerintah adalah bagaimana membuat policy (kebijakan) ke depan itu dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja yang memang berbasis sektor riil,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, investasi yang masuk ke Indonesia diharapkan dapat menggerakkan industri yang menyerap lebih banyak tenaga kerja seperti industri padat karya dan mempekerjakan tenaga kerja dalam negeri.

Di sisi lain, pemberdayaan khususnya terhadap masyarakat menengah ke bawah juga perlu ditingkatkan untuk meningkatkan perekonomiannya sehingga dapat memperkecil kesenjangan sosial ekonomi.

“Memang yang harus diatasi itu adalah kesenjangan karena pertumbuhan bisa tinggi tapi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan itu kan lebih banyak kelas menengah atas, nah yang di bawah ini yang memang setelah BLT (bantuan langsung tunai) lalu bagaimana pemberdayaan itu menjadi penting,” ujarnya.

Aviliani berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tetap berlanjut ke depan dapat diikuti dengan kesenjangan yang makin rendah. Ia memprediksi ekonomi Indonesia pada 2023 tumbuh di kisaran 4,8 sampai dengan 5,1 persen.

Selain itu, menurut dia, kecil kemungkinan Indonesia akan mengalami resesi pada 2023 karena setelah pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), permintaan domestik cenderung meningkat. Bahkan prediksi dari lembaga-lembaga internasional, Indonesia termasuk negara berkembang yang bisa tumbuh di kisaran 4-5 persen.

“Kita melihat bahwa resesi itu mungkin persentasenya di Indonesia itu kecil sekali hanya mungkin terjadi penurunan pertumbuhan sehingga kalau kita lihat 2023 ini pastinya pemulihan ekonomi masih berlanjut,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia pada tahun 2022 berhasil tumbuh 5,31 persen dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibanding capaian tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,70 persen.

Sebelumnya, riset “Keterampilan Digital Asia Pasifik: Manfaat Ekonomi dari Tenaga Kerja Melek Teknologi” yang ditugaskan oleh Amazon Web Services (AWS), sebuah perusahaan Amazon.com, dan dilaksanakan oleh Gallup, meneliti bagaimana upaya membangun angkatan kerja yang didukung teknologi telah membawa manfaat signifikan bagi pekerja, organisasi/perusahaan, serta perekonomian.

Penelitian tersebut dilakukan pada 1.412 pekerja dewasa dan 348 pemberi kerja di Indonesia dari berbagai organisasi sektor publik dan swasta dan industri.

Riset itu menemukan bahwa pekerja digital dengan keterampilan tingkat tinggi di Indonesia tidak hanya menikmati pendapatan yang lebih besar.

Sebanyak 88 persen dari pekerja dalam kelompok tersebut menyatakan tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi, dibandingkan dengan 49 persen pekerja dengan keterampilan menengah dan 44 persen pekerja dengan keterampilan digital dasar.

Jauh Dari Resesi

Sementara itu, Ekonom Senior Ryan Kiryanto mengatakan, Indonesia jauh dari acaman resesi atau krisis ekonomi. Hal ini antara lain ditandai dengan membaiknya kinerja bank-bank BUMN dan sejumlah bank swasta.

Menurutnya, pernyataan pemerintah yang disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam berbagai kesempatan terkait ancaman dan potensi krisis hanya sebagai peringatan agar masyarakat lebih waspada dan tidak ‘jumawa’.

Dia mengatakan, pada akhir tahun 2022 kinerja empat bank besar di Indonesia sangat cemerlang. Empat itu adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, dan BCA./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Hakornas
HEADLINE NEWSSektor Riil

Hakornas 2026, Konsumen Kunci Perbaikan Kualitas Produk Nasional

JAKARTA, Bisnistoday  – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya peran konsumen sebagai...

KTT ASEAN 2026 di Cebu, Filipina. (dok: ASEAN.org)
ASEANEKONOMIEnergiGLOBAL

Antisipasi Dampak Perang Iran, ASEAN Siapkan Langkah Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - Para pemimpin ASEAN menyepakati sejumlah langkah yang bertujuan untuk...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop akan Buat Ketentuan Soal Rapat Anggota Tahunan

BANJARMASIN, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan memastikan koperasi melaksanakan kewajiban Rapat...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri Koperasi dan Habib Rizieq Sepakat Soal Kemandirian Ekonomi Umat

BOGOR, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren...