SURABAYA, Bisnistoday – Soliditas warga Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin dalam mendukung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak beri dampak positif besar. Hingga membuat kemenangan Khofifah-Emil semakin sempurna.
Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Siti Zuhro mengatakan, dukungan warga NU tidak terlepas dari latar belakang Khofifah sebagai Ketua Umum Muslimat NU. Sehingga itu menjadi modal berharga bertarung pada Pilgub mendatang.
“Iya itu yang diandalkan Khofifah selama ini, itu pula menjadi modalitas ketika berkompetisi di Pilkada,” kata Prof. Siti Zuhro, Rabu (2/10).
Selain dukungan nahdliyin, tambah dia, sokongan dari partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus tentu jadi penambah kekuatan besar. Berkat kehadiran keduanya kian menambah potensi kemenangan Khofifah-Emil.
Apalagi bila merujuk hasil survei Indikator Politik Indonesia periode 9-14 September 2024, sebanyak 64,0 persen warga NU lebih pilih Khofifah-Emil. Sehingga menjadikan keduanya kokoh berada di puncak elektabilitas untuk Pilgub Jatim 2024.
Hal tersebut tentunya berhasil mengalahkan jauh pasangan Risma-Gus Hans dengan elektabilitas sebesar 23,5 persen. Serta berada di tempat terbawah ada Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim hanya mendapat elektabilitas 2,2 persen.
Karenanya dia mengunhkapkan, Khofifah-Emil menjadi duet paling kuat pilihan semua masyarakat Jatim. Hal tersebut tidak terlepas dari kedikenalannya yang mengakar hingga lapisan masyarakat terbawah.
Imbasnya makin membuat Khofifah-Emil terus mendapatkan dukungan kuat dari seluruh elemen masyarakat. Banyak dari mereka menginginkan keduanya dapat meneruskan berbagai kemajuan Jatim untuk lima tahun kedepan.
“Memang keterpilihan Ibu Khofifah besar karena dia incumbent populer secara nama dan dianggap tidak pernah menyakiti masyarakat,” ujarnya./








































