JAKARTA, Bisnistoday – Seiring bergesernya perilaku belanja masyarakat di era discovery e-commerce, Tokopedia dan TikTok Shop terus memperkuat perannya sebagai penghubung antara konsumen, penjual, dan affiliate content creator melalui konten serta interaksi komunitas dan dirayakan lewat Indonesia Summit 2026.
Peran strategis tersebut menjadi makin krusial, sejalan dengan proyeksi Indonesia menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan potensi mencapai USD600 miliar pada 2030, serta pertumbuhan ekonomi digital yang diperkirakan menyumbang sekitar 8% terhadap PDB nasional.
Stephanie Susilo, Executive Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, mengatakan, tahun 2025 menjadi tahun pertumbuhan dan konektivitas, di mana Tokopedia dan TikTok Shop makin memperkuat perannya sebagai ekosistem yang menghubungkan penjual.
“Melalui koneksi yang makin erat ini, kami terus mendukung para pelaku usaha lokal di Indonesia agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga : Rayakan Harbolnas 12.12, Tokopedia dan TikTok Shop Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital
Mengusung tema “Driving Growth, Powering Connection”, penjual, termasuk UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia, affiliate content creator, serta mitra strategis berkolaborasi menyambut Ramadan di era discovery e-commerce.
Acara ini berfokus pada penguatan kesiapan penjual, strategi konten, serta solusi periklanan dan afiliasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan, terutama saat lonjakan trafik penjualan seperti Ramadan.
Di sisi lain, para pelaku usaha di Tokopedia dan TikTok Shop juga didukung oleh banyak affiliate content creator yang berperan aktif dalam membantu penjual memperluas jangkauan serta membangun kepercayaan konsumen melalui konten kreatif dan rekomendasi yang relevan.
Belanja Aman dan Jualan Nyaman
Pertumbuhan berkelanjutan di Tokopedia dan TikTok Shop tidak lepas dari rasa aman dan kepercayaan pengguna, baik pembeli maupun penjual. Karena itu, kedua platform secara konsisten menghadirkan pengalaman #BelanjaAman bagi konsumen, sekaligus #JualanNyaman bagi penjual agar dapat menjalankan usaha.
“Sepanjang Januari sampai dengan Juni 2025 Tokopedia dan TikTok Shop telah menyaring lebih dari 250.000 pengajuan akun penjual yang belum memenuhi standar kepatuhan, serta melakukan peninjauan terhadap belasan juta produk sebelum ditayangkan, yang meningkat rata-rata 506,8% dibandingkan enam bulan sebelumnya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan, melindungi konsumen, dan memastikan praktik perdagangan yang adil di platform,” jelas Stephanie.
Selain menyaring penjual dan menegakkan kebijakan, Tokopedia dan TikTok Shop meningkatkan kesadaran penjual akan perlindungan hak kekayaan intelektual (KI) lewat edukasi, berkolaborasi bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sejak 2025 agar lebih banyak penjual bisa menjadi pemilik sah atas KI-nya dan dapat #JualanNyaman.
Penjual yang memiliki KI, termasuk UMKM, dapat bergabung di ekosistem ‘Mall’, yang menjamin produk 100% asli, gratis ongkir, dan retur 15 hari. Jumlah penjual ‘Mall’ di TikTok Shop naik empat kali lipat. Sejumlah di antaranya mencatat pertumbuhan tertinggi transaksi rata-rata lebih dari 15 kali lipat, dan daftar merek dengan peningkatan tertinggi transaksi ini didominasi oleh brand lokal termasuk UMKM.
“Penguatan perlindungan kekayaan intelektual merupakan fondasi bagi daya saing UMKM dan brand lokal. Praktik perdagangan digital yang bertanggung jawab berperan penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital Indonesia yang aman, adil, dan berkelanjutan,” ujar Hermansyah Siregar, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia (TBC)./




