www.bisnistoday.co.id
Minggu , 5 Juli 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Proyek IKN Bukti Pemerintah Tak Punya “Sense of Crisis” 
NasionalNASIONAL & POLITIK

Proyek IKN Bukti Pemerintah Tak Punya “Sense of Crisis” 

BERIKAN INSENTIF: Pemerintah memberikan insentif bagi genereasi muda yang buka usaha di IKN Nusantara
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah dinilai tidak memiliki sense of crisis dengan terus menggelontorkan dana untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan proyek mercusuar lainnya seperti Kereta Api Cepat Jakarta Bandung. Pengeluaran biaya untuk proyek mercusuar tersebut semakin membebani anggaran negara ditengah rakyat makin terpojok ekonominya.

“Kondisi sedang krisis, dan Indonesia butuh bertahan dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Kurangi pengeluaran kurang penting dan tidak produktif seperti Kereta Cepat, IKN Nusantara, karena ini masih dibawah control kita.Tanpa disetop akan repot, terpukul karena faktor kita sendiri,” terang Mantan Menteri Keuangan Tahun 1998, Fuad Bawazier, saat Gelora Talks bertema : Ancaman Resesi Global Mengintai, Bagaimana Indonesia Menghadapinya,” secara daring di Jakarta, Rabu (20/7). 

Selama ini, menurut Fuad, perekonomian nasional masih terasa nyaman karena diuntungkan faktor eksternal yakni kenaikan harga komoditas dunia. Namun, sewaktu-waktu harga komoditas ini bakal bergerak dinamis dan bisa turun kembali. 

“Kalau ini kemudian jatuh harganya, bagaimana? dan kemungkinan pasti ada, bisa akhir atau awal tahun 2023 bisa saja. Kalau ini terjadi, semua akan drop, bakal kalang kabut,” cetus Fuad Bawazier. 

Kembali, Fuad menekankan untuk meningkatkan kemampuan internal terlebih dahulu. Seperti kemandirian pangan, banyak sekali sawah berubah fungsi menjadi lahan komersial. Impor beras memang tidak terdengar kuat, namun permintaan gandum sebagai bahan pangan pengganti beras cukup tinggi.

“Ancaman resesi jangan dianggap sepele. Kalau saja terjadi krisis maka bakal berpeluang krisis lebih dalam dari tahun 1998. Karena saat itu, negara masih kuat, utang masih sedikit sehingga bisa menolong swasta. Kalau sekarang, siapa yang nolong pemerintah,” tegasnya. 

Selain itu, menurut Fuad Bawazier, pengeluaran pemerintah harus diawasi betul agar berapapun yang dibelanjakan mampu menstimulus perekonomian. Aspek pengeluaran ini sekarang ini tak pernah disinggung, kalau Orde Baru dulu setiap pengeluaran bisa dirunut jelas, terlebih dana yang digunakan dari ngutang. 

“Pengeluaran harus dibenahi, dan yang tak mendorong pertumbuhan lebih baik ditinjau ulang. Kembali lagi, harapan dari dalam negeri yakni pendapatan pajak juga masih kurang optimal karena tax ratio rendah. Sekarang ini, masih mampu subsidi karena lebih faktor eksternal,” ujarnya. 

Tetap Optimis dan Cari Peluang

Gunawan Tjokro, Perwakilan dari APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) mengatakan, pengusaha modal utamanya tetap optimis walau kondisi sulit atau krisis. Hal ini, dengan jalan merespon dengan pengetatan pengeluaran dan meningkatkan kapasitas peluang pemodalan dari perbankan. “Kami ini modalnya optimis, bahkan saat krisis ada opsi peluang pinjaman malah kita optimalkan. Terpenting cash flow terus berjalan,” ujarnya. 

Bagi pengusaha, lanjut Gunawan, dampak krisis terjadi dari konsumen menahan konsumsinya. Kemudian juga disikapi pengusaha dengan menahan atau menunda capex nya dan fokus pada pengeluaran rutin terlebih dahulu. “Sebab kalau masuk resesi, cash flow berantakan, akan sangat membahayakan,” terangnya. 

Gunawan mengutarakan pengalamanya saat terjadi krisis tahun 1998 silam. Permintaan konsumen anjlok hanya tinggal sekitar 20 persen.Karena mampu menahan pengeluaran sehingga malah mampu membeli entitas usaha yang sudah mau bangkrut. 

“Kita malah mengambil alih tiga perusahaan, dan intinya persiapan cashflow harus baik, saat musim paceklik. Ketiga perusahaan harus diselamatkan dari kebangkrutan.Setiap krisis selalu ada kesempatan. Kita juga tak boleh over reaction atau respon berlebihan. Kalau terlalu reaktif malah akan menciptakan lubang resesi sendiri,” tuturnya./ 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Seleksi STPN
Nasional

Calon Taruna Politeknik Agraria STPN Perlihatkan Semangat Kuat Untuk Mengabdi

KAB. BOGOR, Bisnistoday - Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi yang bergerak di...

Rita Shafira
Nasional

Rita Shafira Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Harmonisasi Pemerintahan yang Bermartabat

BANDUNG, Bisnistoday- TOKOH Wanita Kota Bandung yang juga warga Kota Bandung, Rita...

Patung Suku Osing
Nasional

Menjaga Budaya Osing, Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

BANYUWANGI, Bisnistoday - Suara kayu lesung yang berpadu, mengiringi suasana pagi di...

Pesawat ATR 42
Nasional

Insiden Pesawat Perintis PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Papua Pegunungan, Dikabarkan Pilot Meninggal

JAKARTA, Bisnistoday - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menerima laporan...