www.bisnistoday.co.id
Kamis , 23 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Hukum PSI Minta Segera Umumkan Siapa Eksportir Nikel Ilegal ke China
HukumNASIONAL & POLITIK

PSI Minta Segera Umumkan Siapa Eksportir Nikel Ilegal ke China

PSI menuntut hasil investigasi kasus pengekspor nikel ke China segera diumumkan dan pelakunya dihukum
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuntut hasil investigasi kasus pengekspor nikel ke China segera diumumkan dan pelakunya dihukum. Pasalnya, hingga saat ini belum jelas siapa yang mengekpor secara illegal sejumlah 5,3 juta ton nikel ke China tersebut.

“Sejak pertengahan bulan lalu (Juni 2023) kasus ini sudah mencuat ke publik, katanya KPK akan menginvestigasi siapa yang secara illegal mengekspornya. Sekarang sudah masuk pertengahan bulan Juli 2023, khan hampir sebulan. Apa begitu sulit mengecek siapa eksportirnya? Atau kalau ada salah catat apakah sudah dicek kode HS-nya? Ini persoalan serius lho,” ujar Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andre Vincent Wenas dalam keterangannya, Sabtu (15/7).

Andre Vincent Wenas, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia

Andre mengatakan, isu nikel memang lagi sensitif, baik di dalam negeri maupun internasional. “Kita sedang memerangi para mafia ekspor ini, juga para pengimpor yang di luar negeri, mereka tidak peduli dengan program pemerintah untuk hilirisasi, buat mereka yang penting cuan, risiko bangsa ini tetap kedodoran dalam proses industrialisasi lanjutannya mereka tidak mau tahu,” katanya.

Selisih Data Ekspor

Dari investigasi awal KPK ditemukan adanya selisih data ekspor bijih nikel di Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data impor bijih nikel di situs Bea Cukai China, itu sejak Januari 2020 sampai dengan Juni 2022.

Baca juga: Bongkar Ekspor Ilegal 5,3 Juta Ton Bijih Nikel

Pada 2020 terdapat selisih nilai ekspor sebesar Rp8,6 triliun, kemudian pada 2021 selisihnya Rp2,7 triliun, sepanjang Januari sampai Juni 2022 ada selisih Rp 3,1 triliun. Totalnya sekitarRp 14,5 triliun.

“Pada bulan Juni lalu Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan juga sudah bilang akan mencari tahu siapa eksportirnya. Ini sudah pertengahan bulan Juli 2023, masa belum ketemu juga? Ingat lho, Pak Jokowi sudah menyetop ekspor nikel mentahan sejak bulan Januari 2020. Jadi kalo masih ada yang nekad mengekspornya ya bisa dipidanakan,” pungkas Andre./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Gedung Pengadilan Niaga Jakpus
Hukum

Bakal Naik Banding, Hary Tanoe Dijatuhi Sanksi Membayar Denda Rp531 Miliar

JAKARTA, Bisnsitoday - Malalui putusan perkara Nomo:142/Pdt.G/2025/2025 Jkt.Pst, pada Rabu (22/4) kemarin,...

Webinar Perpajakan, Rabu (22/4/2026). (dok ILUNI FHUI)
EKONOMIHukum

ILUNI FHUI Gelar Webinar Penyuluhan Pelaporan Pajak

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam rangka mendukung transformasi digital perpajakan yang digagas Direktorat...

NasionalNASIONAL & POLITIK

Pahami Proses Pengurusan Kesesuaian Tata Ruang untuk Pengembangan Usaha

JAKARTA. Bisnistoday - Setiap pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya memerlukan izin Kesesuaian...

DJKI
Hukum

DJKI Perkuat Penegakan Hukum Kekayaan Intelektual, AmCham Siap Berkontribusi

JAKARTA, Bisnistoday— Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum terus memperkuat penegakan...