JAKARTA, Bisnistoday- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) resmi menetapkan kepemimpinan baru melalui Rapat Anggota Luar Biasa (RALUB) Tahun 2026. Forum yang dihadiri 59 perusahaan anggota tersebut memenuhi kuorum dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memastikan kesinambungan organisasi serta memperkuat tata kelola industri asuransi jiwa nasional.
Salah satu agenda utama adalah penetapan Ketua Dewan Pengurus AAJI untuk sisa masa jabatan hingga 2028. Melalui mekanisme pemungutan suara tertutup, anggota memilih Albertus Wiroyo Karsono sebagai Ketua Dewan Pengurus yang baru.
Dalam sambutannya, Albertus menegaskan arah kepemimpinannya akan berfokus pada penguatan tata kelola, konsolidasi internal, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap industri asuransi jiwa. Ia berkomitmen segera menyusun formasi Dewan Pengurus agar organisasi dapat bekerja secara efektif dan solid.
Saat diminta merangkum arah program kerjanya dalam satu kata, Albertus memilih istilah “Reliable”. Menurutnya, AAJI harus menjadi organisasi yang dapat diandalkan oleh perusahaan anggota, regulator, dan masyarakat. “Keandalan menjadi fondasi untuk memastikan kebijakan berjalan konsisten dan industri semakin dipercaya,” ujarnya.
Ia juga memaparkan tiga prioritas utama. Pertama, penguatan sales conduct untuk memastikan praktik pemasaran asuransi jiwa berlangsung etis dan bertanggung jawab. Kedua, pelaksanaan roadmap industri bersama Otoritas Jasa Keuangan(OJK) guna memperluas inklusi asuransi ke berbagai segmen masyarakat. Ketiga, peningkatan transparansi tata kelola organisasi dan komunikasi industri kepada publik.
Dewan Pengawas AAJI
Selain menetapkan Ketua Dewan Pengurus, RALUB juga menyetujui perubahan dalam jajaran Dewan Pengawas. Windawati Tjahjadi ditetapkan sebagai Anggota Dewan Pengawas untuk sisa masa jabatan hingga 2028, menggantikan Randy Lianggara. Dengan demikian, susunan Dewan Pengawas periode 2025–2028 kini terdiri dari Firdaus Djaelani, Ricardo Simanjuntak, dan Windawati Tjahjadi.
AAJI menegaskan bahwa kepemimpinan baru ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan berkelanjutan. Mengusung semangat “Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna”, asosiasi berharap dapat memperkuat peran industri asuransi jiwa sebagai mitra perlindungan jangka panjang bagi masyarakat sekaligus penopang stabilitas perekonomian nasional.
Ke depan, AAJI akan melanjutkan agenda strategis bersama para pemangku kepentingan, termasuk peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan literasi dan inklusi asuransi jiwa di Indonesia.//




