www.bisnistoday.co.id
Kamis , 9 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Korporasi Resource Alam Indonesia Bagi Dividen Final Tunai Rp73,99 Miliar
Korporasi

Resource Alam Indonesia Bagi Dividen Final Tunai Rp73,99 Miliar

RUPS Resources Alam
RUPS Resources Alam Indonesia./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT. Resource Alam Indonesia Tbk,  (KKGI) menyetujui pembagian dividen final tunai sebesar Rp 73,99 miliar untuk tahun buku 2024. Pembagian ini merupakan hasil kinerja perseroan pada 2024, yang diketahui mampu mencatatkan produksi tertinggi sepanjang masa  atau mencapai 5,92 Juta Metrik Ton (MT).

”Sejak beroperasi pada tahun 2019, PLTM Cicatih mencapai rekor tertinggi produksi listrik pada Desember 2024 yang menghasilkan 3,59 MW,” ungkap Direktur Utama PT Resource Alam Indonesia Tbk, Pintarso Adijanto, dalam keteranganya di Jakarta, Kamis (26/6).

Seiring dengan kenaikan produksi, penjualan listrik juga mengalami kenaikan 14,85% menjadi 32,14 MW juta di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023 di periode sebelumnya. Pendapatan mengalami peningkatan dari US$ 1,82 juta di 2023 menjadi US$ 2,01 juta di 2024, naik 10,37%. Laba bersih yang berhasil diraih oleh PLTM Cicatih di tahun 2024 adalah sebesar US$ 835,134 di tahun 2024, meningkat 98,74% dibanding tahun 2023 sebesar US$ 420,217.

Sementara, Rain Realty menjadi salah satu segmen usaha baru dari PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI). “Ekspansi kami melalui Rain Realty merupakan tonggak penting, dalam diversifikasi portofolio bisnis kami. Di tahun-tahun mendatang, kami akan membuka potensi pertumbuhan baru, yang sejalan dengan visi strategi kami,” tuturnya.

Diketahui, bahwa penjualan batubara sebesar 6,24 juta metrik ton (MT), dengan pendapatan tercatat sebesar US$ 326,80 juta naik 10,90% dibanding tahun 2023, dengan laba bersih sebesar US$ 40,14 juta yang naik 49,79% dibanding tahun 2023.

Terkait Dividen, Pintarso menuturkan, total dividen tunai yang dibagikan untuk tahun buku 2024 adalah Rp 30/saham, mengindikasikan dividend yield total sebesar 7,61% per Selasa (17/6). Sebelumnya, KKGI telah membagikan dividen interim tunai sebesar Rp 15/saham dan dividen interim saham yang berasal dari saham buyback periode V sebanyak 25.701.600 dengan ratio 10.000 : 53, pemegang saham yang mempunyai 10.000 lembar saham akan mendapatkan 53 lembar dividen interim saham treasury.

Kenaikan yang dialami oleh KKGI ditopang oleh ekspor batubara yang mencapai 6,24 juta metrik ton (MT). Negara China menjadi importir terbesar mencapai 2 juta metrik ton (MT), disusul oleh India sebesar 736,057 metrik Ton (MT), dan Korea Selatan menjadi peringkat ketiga sebanyak 460,525 Metrik Ton (MT).

Dari sektor energi baru terbarukan, yaitu produksi listrik PLTM Cicatih di Bulan Desember tahun 2024 mencapai rekor tertinggi sejak beroperasi dari tahun 2019 sebesar 3,59 MW, naik 43,72% dari Desember 2023.

Sementara di tahun 2025, dimana kondisi market batubara masih tidak menentu, KKGI telah menyiapkan rencana antisipasinya. “Meskipun harga batu bara akan diperkirakan turun pada tahun 2025 menurut World Bank, kami tetap mengantisipasi permintaan yang berkelanjutan dari Asia, terutama dari China dan India.”

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama: Hendro Martowardojo
  • Komisaris Independen: Ge Luiyanto Yamin
  • Komisaris Independen: Darma Putra Wati
  • Komisaris: Won Chil Yu
  • Komisaris: DR. Suparno Adijanto, Ph.D

Jajaran Direksi:

  • Direktur Utama: Pintarso Adijanto
  • Direktur: Wimpi Salim
  • Direktur: Winanto
  • Direktur: Agoes Soegiarto Soeparman
  • Direktur: Eddy/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rangkaian Kereta Api
Korporasi

Tahun 2025, KAI Catatkan Laba Sebesar Rp2,28 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja keuangan konsolidasian...

emasku
Korporasi

Meski Harga Emas Terkoreksi, HRTA Optimistis Prospek Industri Tetap Positif

JAKARTA, Bisnistoday – Setelah mencetak rekor tertinggi pada awal tahun, harga emas...

Dirut Bank Jakarta
Korporasi

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday  – Industri keuangan nasional dinilai masih memiliki fundamental yang kuat...

Asuransi Tri Pakarta
Korporasi

PT Asuransi Tri Prakarta Bukukan Pendapatan  Rp 1,57 Triliun Selama Tahun 2025

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) membukukan pendapatan jasa asuransi...