JAKARTA,Bisnistoday – Komitmen menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas (migas) kembali ditegaskan PetroChina International Jabung Ltd.. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengelola Wilayah Kerja (WK) Jabung menyiapkan enam sumur eksplorasi baru sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi pada 2026.
Senior Development Manager PetroChina Jabung, Wicaksono, mengatakan perusahaan telah berinvestasi di Blok Jabung sejak 2002 dan kini melanjutkan operasional setelah memperoleh perpanjangan kontrak selama 20 tahun hingga 2043.
“Sejak 2002 kami sudah berinvestasi di Jabung. Setelah mendapat perpanjangan kontrak, kami akan melanjutkan pengelolaan hingga 2043,” ujarnya dalam Media Meet Up & Breakfasting di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/2).
Blok Jabung saat ini tercatat sebagai salah satu dari 10 besar produsen migas nasional. Untuk 2026, perusahaan mematok target produksi minyak dan kondensat sebesar 11.670 barel per hari (bph). Sementara produksi gas, termasuk LPG, ditargetkan mencapai sekitar 143 miliar standar kaki kubik.
Produk yang dihasilkan dari WK Jabung meliputi minyak mentah (crude oil), kondensat, LPG (propan dan butan), serta sales gas yang menjadi penopang kebutuhan energi domestik.
Dalam pengelolaannya, PetroChina menggandeng sejumlah mitra strategis dalam skema joint venture, yakni Pertamina Hulu Energi, Petronas Carigali, PT GPI, dan PT ATG.
Sebagai blok dengan dominasi produksi gas, aset utama PetroChina Jabung berada pada fasilitas pengolahan gas. Terdapat dua fasilitas vital, yaitu Gas Plant Betara yang memproses gas dari wilayah barat WK Jabung dan Gas Plant Geragai yang mengolah gas dari wilayah timur.
“Kedua fasilitas ini menjadi tulang punggung produksi gas kami,” jelas Wicaksono.
Optimalisasi kedua gas plant tersebut menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mendukung target produksi yang telah dipasang.
Enam Sumur Eksplorasi dan Program Pemboran
Dari sisi pengembangan, PetroChina menargetkan penyelesaian enam sumur eksplorasi selama masa perpanjangan kontrak. Dua sumur telah dibor pada 2024, sementara empat lainnya tengah memasuki tahap persiapan lokasi dan akan dikerjakan secara bertahap.
Selain eksplorasi, perusahaan juga menjalankan program pemboran pengembangan (development drilling). Pada semester pertama 2026, sejumlah sumur lintas tahun mulai memasuki tahap completion.
“Ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mempertahankan cadangan (reserve) migas,” ungkapnya.
Langkah tersebut dinilai krusial mengingat tantangan industri hulu migas yang semakin kompleks, mulai dari faktor teknis lapangan tua hingga dinamika harga energi global.
Tak hanya berorientasi pada produksi, PetroChina juga menekankan pentingnya aspek sosial dan keselamatan kerja. Perusahaan mengklaim terus menjalankan program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi serta menjaga komunikasi dengan pemangku kepentingan setempat.
“Kami terus berkoordinasi dengan masyarakat agar kegiatan operasi berjalan aman dan tidak mengganggu,” kata Wicaksono.
Ke depan, PetroChina membuka peluang kolaborasi dan optimasi proses internal untuk meningkatkan kinerja blok. Sejumlah program pemboran lanjutan ditargetkan mulai direalisasikan pada pertengahan 2027.
Dengan strategi eksplorasi agresif dan penguatan fasilitas produksi, PetroChina Jabung berharap dapat terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional di tengah kebutuhan energi yang kian meningkat.//










































