TANGERANG, Bisnistoday — Hari pertama gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Kabupaten Tangerang, Banten, berlangsung meriah dan penuh semangat. Ribuan pelaku usaha, terutama dari sektor UMKM, memadati hall pameran sejak pagi. Di antara mereka, sosok Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) menjadi pusat perhatian, menyapa para peserta dengan ramah dan penuh antusiasme.
“Sudah ekspor ke mana?” tanya Mendag Busan berulang kali kepada para pelaku usaha yang memamerkan produk mereka. Kalimat sederhana itu menjadi pemantik semangat ekspor yang menggema di setiap sudut hall pameran.
Kunjungan pagi Mendag Busan dimulai dari Hall 3A, tempat produk makanan, minuman, dan pertanian dipamerkan. Ia mendatangi stan Koperasi X Desa BISA Ekspor dan berbincang hangat dengan perwakilan BUMDes Jaya Bersamaasal Jawa Barat.
“Sebetulnya kaget dan deg-degan, tapi senang sekali karena beliau datang langsung. Bahkan katanya ingin bantu promosi produk kami,” ujar Alyadi, staf pemasaran BUMDes Jaya Bersama, dengan mata berbinar.
Alyadi menambahkan, sejak mengikuti TEI 2024, produknya mulai dikenal luas. “Dulu kami hanya usaha kecil di desa. Tapi lewat TEI, produk kami bisa dikenal dan dinilai layak ekspor,” katanya bangga.
Dari Kepiting Papua hingga Kopi Lahat
Tak hanya menyapa UMKM, Mendag Busan juga meninjau stan pemerintah daerah seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika serta Papua Tengah. Di sana, ia kagum melihat kepiting bakau asli Mimika yang sudah menembus pasar Singapura dan Malaysia.
“Ini kepiting alami dari hutan bakau, bukan tambak. Segar dan berkualitas ekspor,” ujarnya bangga sambil menunjukkan produk unggulan dari Timur Indonesia.
Perjalanan berlanjut ke berbagai paviliun UMKM, menampilkan beragam inovasi lokal: arang kelapa dari PT Bata Coco, bumbu dan tepung khas Sidoarjo, kerajinan kayu Malang, hingga lampu rotan Pilihan Busan yang menarik perhatian pengunjung.
Sore harinya, Mendag menyaksikan penandatanganan MoU antara Desa Sejahtera Astra di Jambi dan Lampung dengan buyer asal Bangladesh untuk ekspor 1.000 ton pinang. Ia juga menyempatkan diri mencicipi kopi robusta khas Kabupaten Lahat, yang aromanya menggugah selera.
Ekspor Bukan Sekadar Transaksi
Bagi Mendag Busan, semangat ekspor bukan sekadar angka dagang, melainkan gerakan nasional untuk mengangkat potensi daerah. “Kita ingin UMKM tidak hanya jual di pasar lokal, tapi juga menembus pasar global,” katanya saat berbincang dengan peserta pameran.
Senyum, tawa, dan antusiasme peserta pameran menandai hari pertama TEI 2025. Setiap foto bersama Mendag Busan menjadi simbol harapan — bahwa produk desa, karya lokal, dan inovasi anak bangsa punya tempat di panggung dunia./




